Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Konsumsi Baja Ringan Kian Moncer, Pelaku Usaha Lakukan Hal Ini

Konsumsi Baja Ringan Kian Moncer, Pelaku Usaha Lakukan Hal Ini Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
Warta Ekonomi, Surabaya -

Di tengah kondisi pandemi yang masih melanda, konsumsi baja ringan di Indonesia terus mengalami kenaikan. Tahun lalu konsumsi baja ringan nasional tumbuh hingga 10 persen. Sementara tahun ini, konsumsi baja ringan diprediksi bisa mengalami kenaikan hingga dua kali lipatnya.

Presiden Direktur Kencana Group, Henry Setiawan, secara tegas mengatakan bahwa konsumsi baja ringan khususnya di wilayah Jawa masih dianggap moncer. Hal ini, kata dia, tingkat ketergantungan pada produk baja ringan di masyarakat Indonesia masih tinggi.

Baca Juga: Pengusaha Liwa Supriyanti Sebut Bangunan Berbahan Baja Tahan 100 Tahun

"Hampir 90 persen sudah banyak yang menggunakan baja ringan untuk kebutuhan rangka rumah atau lainnya," kata Henry di Surabaya, Selasa (18/1/2022).

Pengusaha produksi dan pemasaran produk baja ringan ini juga menjelaskan, peningkatan penggunaan baja ringan terutama untuk rangka rumah didorong dari peningkatan pembangunan rumah oleh pengembang atau developer perumahan yang memanfaatkan stimulus free PPN 10 persen dari pemerintah. Karena saat ini, pembangunan rumah baru mayoritas menggunakan bahan baja ringan untuk kuda-kuda maupun rangkanya.

"Jumlahnya cukup banyak. Namun sebenarnya, pengguna rangka baja ringan untuk rumah, mayoritas masih retail atau masyarakat yang melakukan renovasi atap rumah. Hal itu terlihat di tahun 2020 yang lebih tinggi dibanding pengguna dari kalangan pengembang," beber Henry.

Henry mengakui, saat ini tantangannya adalah dalam mengedukasi masyarakat terkait spek pengunaan rangka baja ringan yang sesuai dengan standard SNI, serta edukasi untuk para aplikator atau pemasangnya.

"Hal inilah yang membuat kami terus melakukan edukasi. Termasuk lewat ajang lomba untuk para pelajar SMK dari jurusan yang sesuai dengan aplikasi rangka baja ringan ini," sumbung Henry.

Menanggapi soal lomba kreasi baja ringan untuk pelajar SMK Jatim, secara tegas Herry mengatakan, pihaknya menyambut baik dengan perhelatan kreasi baja ringan yang dilakukan kalangan pelajar. Dengan perhelatan itu, edukasi baja ringan pelajar bisa mengembangan berbagai cara untuk menghasilkan sebuah karya yang baik.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI), Mochamad Soleh, mengungkapkan bahwa ajang lomba kreasi rangka baja ringan bagi pelajar SMK bisa mengembangkan rangka baja ringan untuk di berbagai produk. Karena tidak hanya sebagai kuda-kuda atau rangka rumah saja, baja ringan saat ini juga sudah diaplikasikan ke berbagai hal.

"Salah satunya adalah menjadi produk kusen, mebel, dan kerajinan tangan. Seperti wayang yang pernah dibuat oleh pengrajin dari Magelang, Jawa Tengah," kata Soleh.

Soleh menyebutkan pula bahwa ajang lomba kreasi baja ringan para pelajar SMK telah menyerahkan desain dari produk yang akan dikreasikan. Hasil kreasi itu lalu akan dinilai oleh tim juri selanjutnya, dipilih juara serta mendapatkan hadiah uang binaan sebasar Rp2,250 juta.

Menurut Soleh, kegiatan yang baru pertama kali digelar ini adalah untuk mengenalkan dan menciptakan para agen-agen edukator dan aplikator produk rangka baja ringan. Dengan begitu, sejak dini atau dari usia pelajar, mereka sudah mengenal produk dan cara memasang rangka baja ringan yang benar.

"Hal ini bagian dari pelatihan dan peningkatan skill aplikator rangka baja ringan yang mungkin bisa dimanfaatkan bagi pelajar SMK ini bila mereka lulus nanti," tutup Soleh.

Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Tag Terkait:

Bagikan Artikel:

Video Pilihan