Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Akhirnya Terucap dari Biden: Rusia Akan Menginvasi Ukraina Sebelum...

Akhirnya Terucap dari Biden: Rusia Akan Menginvasi Ukraina Sebelum... Kredit Foto: Instagram/Joe Biden
Warta Ekonomi, Washington -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Rabu (19/1/2022) memperkirakan, Rusia akan mengambil tindakan invasi terhadap Ukraina. Biden kembali menegaskan bahwa AS akan menjatuhkan sanksi yang sangat berar jika Rusia menyerang Ukraina.

"Dugaan saya adalah dia (Presiden Rusia Vladimir Putin) akan bergerak. Dia akan melakukan sesuatu," kata Biden tentang Putin pada konferensi pers.

Baca Juga: Panas di Ukraina, Biden dan Putin Mau Dinginkan Ketegangan Rusia

Biden mengatakan, Rusia akan dimintai pertanggungjawaban jika melakukan serangan terhadap Ukraina. Apabila Rusia melakukan serangan skala besar, maka AS akan menjatuhkan sanksi yang membuat Moskow menderita. Namun jika Rusia melakukan "serangan skala kecil", maka AS akan mengambil langkah yang sesuai.

"Itu tergantung pada apa yang dilakukan, jika itu adalah serangan kecil maka kami akan mengambil langkah yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Tapi akan menjadi bencana bagi Rusia jika mereka menginvasi Ukraina lebih lanjut," kata Biden.

Biden mengatakan, ada kemungkinan dia akan melakukan pertemuan puncak ketiga dengan Putin. Biden khawatir bahwa konflik Ukraina dapat memiliki implikasi yang lebih luas dan bisa lepas kendali.

Biden meyakini bahwa Putin akan menguji para pemimpin negara Barat.  Tanggapan terhadap setiap invasi Rusia akan tergantung pada skala tindakan Moskow. Biden dan timnya telah menyiapkan serangkaian sanksi ekonomi untuk Rusia jika terjadi invasi. Biden mengatakan, salah sati sanksinya yaitu perusahaan Rusia dapat kehilangan kemampuan untuk menggunakan dolar AS.

Ketika ditanya apa yang dia maksud dengan "serangan kecil," Biden mengatakan sekutu NATO tidak memiliki pendapat yang sama tentang bagaimana merespons Rusia. Hal ini tergantung pada apa yang dilakukan Putin.  

"Negara-negara besar tidak bisa menggertak. Kemudian gagasan bahwa kita akan melakukan apa saja untuk memecah NATO akan menjadi kesalahan besar. Jadi pertanyaannya adalah, apakah itu sesuatu yang jauh dari invasi signifikan atau hanya pasukan militer besar yang datang. Misalnya, menentukan apakah mereka terus menggunakan upaya siber, kita dapat merespons dengan cara yang sama," ujar Biden.

Biden mengatakan, Putin telah memintanya untuk menjamin dua masalah. Pertama, Ukraina tidak akan pernah bergabung dengan NATO. Kemudian kedua, senjata "strategis" atau nuklir tidak pernah ditempatkan di tanah Ukraina.

Biden mencatat ada sedikit kemungkinan Ukraina bergabung dengan aliansi NATO. Namun menurut Biden, mungkin ada kesepakatan di mana Barat tidak menempatkan pasukan nuklir di Ukraina.

“Kami dapat mengerjakan sesuatu pada bagian kedua, tergantung pada postur Rusia sendiri," kata Biden.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan