Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Keuntungan Bank Mandiri Melonjak Drastis, Tembus Rp28 Triliun Sepanjang Tahun 2021

Keuntungan Bank Mandiri Melonjak Drastis, Tembus Rp28 Triliun Sepanjang Tahun 2021 Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Laba bersih PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melonjak drastis hingga 66,8% menjadi Rp28,03 triliun pada tahun 2021. Strategi transformasi digital menjadi penopang pertumbuhan positif kinerja Bank Mandiri.

"Sepanjang tahun 2021, Bank Mandiri telah secara aktif mengimplementasikan transformasi digital untuk mencapai strategi jangka panjang dan menghasilkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan," pungkas Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, dilansir Jumat, 28 Januari 2022. Baca Juga: Tangan Dingin Jahja Setiaatmadja Pimpin BCA: Laba Melesat, Aset Tembus Rp1.228 Triliun!

Ia menambahkan, optimalisasi fungsi intermediasi juga turut menopang kinerja laba Bank Mandiri. Laju kredit konsolidasi Bank Mandiri tumbuh 8,86% menjadi Rp1.050,16 triliun per akhir 2021. Capaian tersebut lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit industri yang sebesar 5,2%.

Segmen korporasi menjadi salah satu kontributor terbesar bagi Bank Mandiri, di mana secara tahunan tumbuh 8% menjadi Rp370 triliun pada akhir 2021. Sementara itu, kredit komersial mengalami kenaikan tahunan sebesar 9,7% menjadi Rp174 triliun. Penyaluran kredit UMKM Bank Mandiri tercatat tumbuh 15% dengan realisasi sebesar Rp103,5 triliun. 

"Dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Bank Mandiri berkomitmen untuk bersama-sama mendorong kebangkitan ekonomi di sektor-sektor potensial pada masing-masing wilayah termasuk UMKM," lanjutnya.

Realisasi penyaluran KUR Bank Mandiri berhasil memenuhi target yang dipatok oleh Pemerintah pada tahun 2021 sebesar Rp35 triliun kepada lebih dari 371 ribu debitur. Penyaluran KUR Bank Mandiri utamanya disalurkan ke sektor produktif seperti pertanian sebesar Rp9,93 triliun serta industri pengolahan dan lainnya sebesar Rp6,88 triliun.

Pertumbuhan ini juga diimbangi dengan kualitas aset yang mengalami perbaikan secara bank only. Per akhir 2021, rasio NPL Bank Mandiri berhasil menurun sebesar 48 bps secara YoY ke level 2,81%. Meski NPL relatif menurun, perseroan tetap melakukan peningkatan rasio pencadangan atau coverage ratio sebesar 2.662 bps secara tahunan menjadi 261,5%.

Restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 juga terus menunjukan tren yang melandai seiring dengan momentum pertumbuhan ekonomi. Sampai dengan akhir Desember 2021 total restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 (bank only) di Bank Mandiri yaitu sebesar Rp69,7 triliun, menurun dibandingkan kondisi akhir tahun 2020 yang mencapai Rp93,3 triliun.

"Sebagai langkah antisipasi potensi penurunan kualitas kredit, kami terus menjaga pembentukan pencadangan. Per akhir Desember 2021, Bank Mandiri telah membukukan biaya CKPN sebesar Rp13,9 triliun dengan rasio NPL coverage berada di level yang memadai," ungkap Darmawan

Aset Bank Mandiri secara konsolidasi meningkat 11,9% menjadi Rp1.726 triliun pada akhir tahun 2021.

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Bagikan Artikel:

Video Pilihan