Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tiba-tiba Berubah 180 Derajat, Trump Membelot ke Ukraina dan Ngamuk ke Putin

Tiba-tiba Berubah 180 Derajat, Trump Membelot ke Ukraina dan Ngamuk ke Putin Kredit Foto: Antara/REUTERS/Joshua Roberts
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengutuk invasi Rusia yang mengerikan di Ukraina. Sekaligus mendoakan yang terbaik untuk rakyat Ukraina.

Beberapa jam sebelumnya, AS dan sekutunya mengumumkan sanksi baru kepada Rusia.

Mereka akan mendepak sejumlah bank Rusia dari sistem pembayaran global dan membatasi kemampuan bank sentral Rusia untuk mendukung mata uang rubel.

Baca Juga: Putin Akui Kemerdekaan di Wilayah Ukraina, Trump: Dia Orang Jenius!

Trump mengatakan simpatinya kepada rakyat Ukraina dan memuji keberanian Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy yang tetap bertahan di Kiev.

"Serangan Rusia terhadap Ukraina mengerikan. Kita berdoa bagi rakyat Ukraina yang bangga. Tuhan memberkati mereka semua," kata Trump dalam pidatonya di Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di Florida, dilansir dari Reuters, Minggu (27/2/2022).

Sebenarnya perkataan Trump itu bertolak belakang dengan sikap dia sebelumnya ketika memuji Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca Juga: Donald Trump Salahkan Joe Biden saat Perang di Depan Mata: Rusia Semakin Kaya

Awal pekan ini, Trump membuat jengkel sejumlah anggota partai Republik setelah menyebut tindakan Putin di Ukraina sebagai jenius dan cukup cerdas.

Trump mengaitkan invasi itu dengan pemilihan presiden AS 2020, lagi-lagi dengan menuduh adanya kecurangan di balik kemenangan Joe Biden.

"Seperti yang dipahami setiap orang, bencana mengerikan ini tak akan pernah terjadi jika pemilihan kita tidak dicurangi dan jika saya presidennya," tegas dia.

Trump juga menyebut invasi Rusia di Georgia terjadi selama pemerintahan George W. Bush dan aneksasi Krimea saat AS dipimpin oleh Barack Obama.

"Saya berdiri sebagai satu-satunya presiden di abad 21 yang tidak melihat Rusia menginvasi negara lain," ungkap dia.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Annisa Nurfitriyani

Bagikan Artikel:

Video Pilihan