Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Siang-Malam IDI Dihujat Gegara Polemik dokter Terawan, Ketum PB IDI: Saya Yakin Ujian Ini Bisa...

Siang-Malam IDI Dihujat Gegara Polemik dokter Terawan, Ketum PB IDI: Saya Yakin Ujian Ini Bisa... Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) periode 2022-2025 Adib Khumaidi mengaku masa awal kepengurusan IDI menjadi masa ujian berat. Ia pun yakin ujian ini bisa dilalui jika semua anggota IDI kompak.

"Saya yakin ujian ini bisa dilalui bersama, bukan hanya dilalui Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) termasuk saya sebagai ketua umum. Kita semua bisa melalui ini," ujar Adib di konferensi virtual, Rabu (6/4).

Lebih lanjut, Adib mengatakan, PB IDI akan membuka ruang untuk seluruh anggota. Di ruang ini, dia melanjutkan, menjadi tempat menyampaikan curahan hati hingga hal-hal yang dibutuhkan para anggota organisasi profesi ini.

"Jadi, bukan hanya pengurus, anggota juga jadi pondasi yang kuat. Di pondasi yang kuat yaitu kesejawatan, sebuah tanggung jawab, dan sebuah etik yang harus tetap menjadi satu ikatan yang kuat di antara kita semua," katanya.

Baca Juga: Ngabalin Ngeocehin Mahasiswa yang Demo Jokowi, Jubir PKS: Kalau Ngikutin Dia Reformasi 98 Nggak Ada!

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Muktamar ke-31 di Aceh Maret 2022 telah mencetuskan konsep IDI yang terlahir kembali (IDI reborn) yang lebih baik. Menurut Adib, ini menjadi satu hal yang perlu dijalankan bersama-sama. 

Karena itu, ia mengajak anggota untuk mewujudkan IDI reborn secara organisasi. "Upaya transformasi harus dilakukan, tetapi yang paling penting adalah penguatan anggota, penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari transformasi SDM kesehatan di Indonesia dan secara global," ujarnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan