Kredit Foto: Youtube
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah terlibat dalam pembahasan skema pembayaran utang proyek Kereta Cepat Whoosh senilai Rp1,2 triliun per tahun yang disebut-sebut akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Dilibatkan yang waktu itu ya. Tapi kalau yang tadi kan selalu ada perkembangan-perkembangan, tapi saya nggak tahu final apa belum. Nanti kan pasti saya dikasih tahu,” ujarnya dalam agenda Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Keluar dari Kutukan, Purbaya Pede Ekonomi RI Tumbuh 6% di Kuartal I-2026
Purbaya menegaskan pembahasan terkait kewajiban pembayaran utang proyek tersebut masih bersifat dinamis dan terus berkembang. Ia mengaku belum mengetahui apakah keputusan final mengenai sumber pembayaran sudah ditetapkan.
Saat ditanya mengenai opsi penggunaan APBN untuk membayar kewajiban utang Whoosh, ia menyatakan pemerintah akan mempertimbangkan hasil negosiasi dengan pihak China.
“Kita lihat kondisinya dari Cina seperti apa, apa persyaratan dari Cina,” kata Purbaya.
Baca Juga: Purbaya Siapkan Rp20 Triliun untuk Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan
Ia menambahkan akan mengecek kembali perkembangan pembahasan tersebut dalam waktu dekat.
“Kalau saya yang bayar saya akan ke Cina saya sendiri. Tapi saya belum tahu ya. Saya akan double check lagi,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: