Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Ahmad mengatakan bahwa Partai Nasdem ingin mengambil hati rakyat tanpa mencederai orang lain. Karena itu menurutnya Partai Demokrat tidak perlu membandingkan pemerintahan Jokowi dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya kan. Semua ada kelebihan ada kekurangannya. Jadi ayo kita berjuang untuk mengambil hati rakyat dengan menawarkan gagasan dan program yang bagus termasuk figur-figur yang kita usung itu yang memenuhi ekspektasi masyarakat tanpa sekali lagi, tanpa menjelek-jelekan yang lain," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan, partainya berpeluang bentuk poros alternatif bersama Partai Nasdem. Menurutnya tak ada yang tidak mungkin dalam politik.
"Sangat memungkinkan (bentuk poros alternatif), katakanlah tiga partai besar siapa saja yang memungkinkan hanya dengan berdua bisa jalan. Tapi juga ada partai menengah, termasuk Demokrat, tentu selalu ada kemungkinan jika partai menengah saling bertemu dan akhirnya membangun koalisi," kata AHY ditemui di usai acara Silaturahmi dan Kontemplasi Partai Demokrat, di Jakarta, Senin (17/4) malam.
Namun demikian AHY mengatakan, saat ini opsi untuk berkoalisi masih terbuka untuk semua partai. Artinya, Partai Demokrat juga terus berkomunikasi dengan partai papan atas.
"Dengan demikian kita ingin meyakinkan apakah ada kesamaan visi, platform. Kami ingin partai politik yang bisa berkoalisi tentunya juga memiliki serupa visi misi program dan platformnya," ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: