Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ada Kalimat Bahaya dari Ebrahim Raisi, Seketika Tuju Jantung Rezim Zionis Bikin Sekakmat

Ada Kalimat Bahaya dari Ebrahim Raisi, Seketika Tuju Jantung Rezim Zionis Bikin Sekakmat Kredit Foto: Reuters/WANA/Iranian Army
Warta Ekonomi, Dubai -

Presiden Ebrahim Raisi pada Senin (18/4/2022) mengatakan dalam parade militer Hari Tentara Nasional bahwa angkatan bersenjata Iran akan menargetkan jantung Israel jika membuat "langkah sekecil apapun" terhadap Teheran.

"Rezim Zionis (Israel), Anda harus tahu bahwa ... jika Anda mengambil tindakan sekecil apa pun terhadap bangsa kita, angkatan bersenjata kita akan menargetkan jantung rezim Zionis" kata Raisi dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, dikutip Reuters.

Baca Juga: Iran Memanas, Salahkan Amerika atas Lambatnya Dialog Kesepakatan...

Pasukan berbaris di depan podium tempat Raisi berdiri bersama perwira militer. Helikopter terbang di atas dan penerjun payung jatuh di atas area parade di dekat makam Ayatollah Ruhollah Khomeini, pendiri negara Republik Islam Iran.

Israel, yang secara luas diyakini memiliki satu-satunya senjata atom di Timur Tengah, mengatakan tidak akan terikat oleh kesepakatan nuklir Iran dan pada akhirnya dapat mengambil tindakan sepihak terhadap situs nuklir Iran.

Amerika Serikat dan Iran telah terlibat dalam pembicaraan tidak langsung selama lebih dari satu tahun untuk menyelamatkan pakta tersebut. Washington meninggalkannya pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi terhadap Teheran.

Tetapi pembicaraan itu ditangguhkan bulan lalu karena masalah yang belum terselesaikan apakah Amerika Serikat akan menghapus Korps Pengawal Revolusi Islam dari daftar Organisasi Teroris Asing AS, seperti yang diminta oleh Teheran.

Iran telah bereaksi dengan melanggar batas kesepakatan pada program nuklirnya. Berdasarkan kesepakatan itu, Iran membatasi upaya nuklirnya dengan imbalan bantuan dari sanksi ekonomi.

Ia menuduh Israel melakukan beberapa serangan terhadap fasilitas yang terkait dengan program tersebut dan membunuh ilmuwan nuklir Iran.

Israel tidak membantah atau membenarkan tuduhan tersebut.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan