Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Luncurkan Operasi True Promise 4: Rudal Kheibar Hantam Israel

Iran Luncurkan Operasi True Promise 4: Rudal Kheibar Hantam Israel Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran mengumumkan dimulainya gelombang baru operasi militer bertajuk True Promise 4. Operasi tersebut menargetkan wilayah kawasan pusat dari Tel Aviv, Israel.

Dikutip dari ReutersIslamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyebut serangan terbaru melibatkan kombinasi rudal balistik dan drone tempur. Ia  menargetkan sejumlah lokasi strategis sebagai bagian dari fase terbaru operasi militernya terhadap Israel.

Baca Juga: Didalangi Netanyahu, Israel Akui Sudah Lama Rencanakan Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei

Dalam operasi tersebut, mereka juga meluncurkan rudal balistik dari Kheibar. Ia merupakan salah satu sistem senjata jarak jauh yang dimiliki militer dari Iran.

Rudal Kheibar diketahui memiliki jangkauan hingga 2.000 kilometer. Iran dengan rudal tersebut dapat menyerang target dalam berbagai wilayah di Timur Tengah.

Adapun Amerika Serikat mengklaim sudah menekan kemampuan peluncuran rudal dari Iran. Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Brad Cooper mengatakan serangan rudal balistik negara tersebut telah turun sekitar sembilan puluh persen dibandingkan hari pertama konflik.

Ia juga menyebut operasi militernya telah menargetkan berbagai fasilitas militer penting dari Iran. Pihaknya juga akan difokuskan pada upaya membongkar kemampuan produksi rudal secara sistematis agar negara tersebut tidak dapat membangun kembali kekuatan militernya di masa depan.

Sejak konflik pecah, jumlah korban terus meningkat. Laporan terbaru menyebut sedikitnya 1.230 orang tewas di Iran. Dari jumlah korban tersebut, 175 diantaranya adalah siswi dan staf sekolah yang menjadi korban serangan di sebuah sekolah dasar di Minab.

Baca Juga: Angkatan Lautnya Musnah, Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan Amerika Serikat

Di Lebanon, sedikitnya 77 orang dilaporkan tewas akibat serangan yang berkaitan dengan konflik tersebut.  Sementara itu, ribuan warga terpaksa mengungsi dari wilayah selatan dari Beirut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: