Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ceramah di Penjara, Habib Bahar bin Smith dapat Pujian Hakim Karena Ajak Tahanan Masuk Islam

Ceramah di Penjara, Habib Bahar bin Smith dapat Pujian Hakim Karena Ajak Tahanan Masuk Islam Kredit Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung yang diketuai Dodong memuji Habib Bahar bin Smith pada saat sidang kasus dugaan penyebaran berita bohong, Selasa (19/4/2022). Ia mengapresiasi ceramahnya yang mendorong orang untuk masuk agama Islam.

"Habib tentu orang luar biasa memahami konsep agama dan sebagainya. Saya mendengar Habib di tahanan bisa memberikan ceramah agama sehingga banyak yang oleh Habib secara sukarela bersyahadat," ujarnya saat sidang akan berakhir.

Habib pun memohon doa kepada majelis hakim agar dapat menjalankan hal tersebut terus menerus. "Mohon doanya," ungkapnya.

Baca Juga: Curhat Soal Istri Usai Sidang, Habib Bahar bin Smith: Hidup Saya Dikelilingi Banyak Wanita

Majelis hakim pun meminta agar ketertiban dalam sidang tetap dijaga. "Saya yang tanggung jawab," ujar Habib Bahar.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) meminta majelis hakim untuk menolak eksepsi atau keberatan kuasa hukum Habib Bahar pada kasus dugaan penyebaran berita bohong. Permintaan tersebut disampaikan saat membacakan tanggapan di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Selasa (19/4/2022).

"Kami berkesimpulan permohonan penasihat hukum yang diajukan dalam eksepsi tidak beralasan. Kami memohon keberatan ditolak," ujar jaksa yang diketuai ketua tim Suharja.

Baca Juga: Hakim Puji Bahar karena Sukses Bikin Napi Mualaf, DS: Berarti Cocok di Penjara, Tambah 3 Tahun Lagi

Habib Bahar Bin Smith terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong saat berceramah di Kabupaten Bandung akhir tahun 2021 didakwa telah menyebarkan berita bohong oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang di PN Bandung, Selasa (5/4/2022). Ia menyampaikan materi ceramah kepada kurang lebih 1.000 jamaah saat perayaan Maulid Nabi SAW.

"Pengadilan Negeri Bandung berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya yang melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan atau menyiarkan suatu berita pemberitahuan yang dapat menyebabkan keonaran," ujar JPU Suharja membacakan dakwaan.

Ia dinilai melanggar pasal 14 ayat 1 undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. Selain itu pasal 28 ayat 2 junto 45A undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang berisi tentang berita bohong.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel:

Video Pilihan