Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Penjualan dan Keuntungan Sido Muncul Meroket, Kantongi Ratusan Miliar Rupiah pada Awal 2022

Penjualan dan Keuntungan Sido Muncul Meroket, Kantongi Ratusan Miliar Rupiah pada Awal 2022 Kredit Foto: Instagram/tolak_angin
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) tumbuh positif pada awal tahun 2022. Laba bersih Sido Muncul meroket 9,66% dari Rp269,04 miliar pada kuartal pertama 2021 menjadi Rp295,04 miliar pada kuartal pertama 2022.

Kenaikan untung tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan yang dikantongi Sido Muncul. Secara year on year, Sido Muncul mencatat penjualan tumbuh 10,97% dari Rp793,42 miliar pada awal 2021 menjadi Rp880,49 miliar pada awal 2022. Baca Juga: Resmi Hijrah, Perusahaan Milik Konglomerat Hary Tanoesoedibjo Berubah Nasib dari Buntung Jadi Untung

Penjualan terbesar disumbang oleh produk jamu herbal dan suplemen yang nilainya meningkat dari Rp505,76 miliar pada Q121 menjadi Rp529,02 pada Q122. Produk makanan dan minuman pun menyumbang kenaikan, yakni dari sebelumnya Rp257,45 miliar menjadi Rp308,72 miliar. Sementara produk farmasi, nilainya meningkat dari Rp30,20 miliar per Maret tahun lalu menjadi Rp42,76 miliar per Maret tahun ini.

Sido Muncul membukukan beban pokok penjualan yang lebih besar pada awal tahun 2022, yakni dari sebelumnya Rp345,48 miliar menjadi Rp398,67 miliar. Beban umum dan administrasi ikut meningkat dari Rp42,59 miliar menjadi Rp45,07 miliar. Begitu pula dengan beban lain-lain, naik menjadi Rp1,85 miliar pada Maret 2022. Meski begitu, beban penjualan dan pemasaran membaik dari angka Rp87,71 miliar pada awal 2021 menjadi Rp82,61 miliar pada awal 2022.

Total aset Sido Muncul per Maret 2022 mencapai Rp4,29 triliun, meningkat dari Desember 2021 lalu yang sebesar Rp4,07 triliun. Kas dan setara kas Sido Muncul naik dari Rp1,08 triliun pada akhir tahun 2021 menjadi Rp1,26 triliun pada awal tahun 2022. 

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Bagikan Artikel:

Video Pilihan