Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Keputusan 'Sapujagad' Presiden Jokowi Bikin Dahlan Iskan Sebut 'Wow' Sampai 3 Kali, Simak!

Keputusan 'Sapujagad' Presiden Jokowi Bikin Dahlan Iskan Sebut 'Wow' Sampai 3 Kali, Simak! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyoroti bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng dari Presiden Joko Widodo untuk rakyat. Dianggap tak berhasil, Dahlan mengaku terkejut dengan keputusan terbaru Jokowi yang melarang ekspor minyak goreng.

Unek-unek-nya soal permasalahan minyak goreng ditumpahkan dalan catatan harian Dahlan Iskan, yang diunggah di laman resminya, disway.id.

Dahlan awalnya menilai krisis minyak goreng bisa selesai dengan program BLT yang dilakukan pemerintah. Nyatanya, uang Rp 300 ribu untuk rakyat selama 3 bulan tidak tepat. Ia pun terkejut dengan keputusan berani Presiden Jokowi selanjutnya.

"Awalnya soal krisis minyak goreng ini saya anggap sudah selesai: lewat BLT (bantuan tunai langsung)," tulis Dahlan seperti dilansir dari Suara.com, Kamis (28/4/2022).

"Yang tidak mampu membeli diberi uang: Rp 300.000 untuk tiga bulan. Saya pun memuji putusan BLT-Migor itu. Ternyata BLT bukan langkah pemungkas," lanjutnya.

Baca Juga: Bertemu, Mahfud MD dan Dahlan Iskan Bicarakan Soal Heboh Pemecatan dokter Terawan oleh IDI, Simak!

Keputusan presiden yang dimaksud Dahlan adalah melarang ekspor minyak goreng. Ia begitu terkejut mendengar pernyataan Jokowi yang tegas melarang ekspor sampai kebutuhan dalam negeri melimpah.

Dahlan mengibaratkan keputusan Presiden Jokowi itu seperti doa sapujagad yang sanggup membereskan segala persoalan krisis minyak goreng.

"Itulah yang membuat saya wow-wow-wow ketika melihat Presiden Jokowi membuat keputusan sapujagad. Dengan cara yang demonstratif: lewat rekaman video pendek itu –satu menit. Yang diucapkan beliau sendiri. Yang dirilis oleh Istana sendiri," ungkapnya.

"Yang berisi kejutan besar: larangan ekspor total minyak sawit – 'sampai minyak goreng di dalam negeri melimpah'. Saya anggap itu keputusan sapujagad karena membereskan semua hal yang tidak bisa beres: DMO, PMO, HTE, dan peraturan apa pun sebelumnya," imbuh Dahlan.

Lebih lanjut, Dahlan memberikan penjelasan mengenai doa sapujagad, yang biasa dikenal di pesantren.

"Itu mirip 'doa pendek'' yang dianggap mengatasi semua aneka doa panjang yang macam-macam isinya: 'Selamatkanlah kami dunia akhirat'. Anda hafal bahasa Arabnya: Rabbana atina fid dunya hasanah...," jelas Dahlan.

"Itulah yang di pesantren dikenal sebagai ''doa sapujagad''. Untuk apa memanjatkan banyak doa nan panjang kalau intinya bisa dibuat pendek seperti itu," sambungnya.

Baca Juga: Bupati Bogor Ade Yasin Suap Rp 1,9 Miliar ke BPK Jabar Demi Dapat Ini

Terakhir, Dahlan menyoroti nasib BLT pasca adanya keputusan pelarangan ekspor minyak goreng. Menurutnya, masyarakat hanya mau harga minyak goreng menjadi stabil.

"Untuk apa pula banyak peraturan kalau tujuannya bisa diatasi dengan satu putusan: larang ekspor! Saya pun tersenyum dalam hati. Lantas, dengan keputusan sapujagad itu, bagaimana nasib BLT?" tanyanya.

"Terus? Dihentikan? Diminta kembalikan? Jangan tanyakan itu pada rakyat. Jawaban rakyat Anda sudah tahu: harga migor turun, Yes! BLT turun, Yes!" tandas Dahlan Iskan.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan