Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ini Dia Tujuh Fakta Penyakit Hepatitis Akut Misterius

Ini Dia Tujuh Fakta Penyakit Hepatitis Akut Misterius Kredit Foto: Unsplash
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penyakit hepatitis akut misterius kini jadi buah bibir. Lebih dari 170 kasus dan empat angka kematian, telah dilaporkan oleh sedikitnya 12 negara di dunia. Termasuk tiga kasus di Jakarta, yang seluruhnya berakhir dengan kematian.

Apa sebetulnya penyakit hepatitis akut misterius? Seriuskah penyakit ini?

Berikut penjelasan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang juga Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban melalui laman Instagramnya, Selasa (3/5).

1. Penyebab masih belum pasti

Para ahli, termasuk di Indonesia, kini terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab penyakit hepatitis akut misterius.

Sebagian menemukan adenovirus 41 sebagai penyebab. Sebagian lainnya, menjumpai SARS-CoV2 yang merupakan virus penyebab Covid-19, sebagai pemicu. Namun, ada juga yang mendeteksi kombinasi dua virus tersebut sebagai penyebab. 

Mungkin juga, ada penyebab lain yang belum terlacak.

2. Adenovirus sebagai penyebab

Adenovirus adalah virus umum yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti pilek, demam, sakit tenggorokan, bronkitis, pneumonia, dan diare.

"Adenovirus belum pernah terkait hepatitis. Penyakit akibat patogen umum ini biasanya sembuh sendiri?" kata Prof. Beri, begitu Zubairi biasa disapa.

3. Penyakit serius

Prof. Beri mengatakan, penyakit ini amat serius karena beberapa anak yang jadi korban, meninggal. 

Bahkan, 10 dan 145 kasus di Inggris memerlukan transplantasi hati.

4. Diagnosis penyakit 

Sejauh ini, belum ada tes yang memastikan diagnosis penyakit hepatitis akut misterius.

Yang jelas, syaratnya pasien harus negatif terhadap virus A, B, C, D, dan E dengan kadar enzim transaminase lebih dari 500 unit per liter.

5. Kelompok rawan terinfeksi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, rentang usia pasien yang diidentifikasi sejauh ini berkisar antara 1 bulan hingga remaja berusia 16 tahun.

6. Gejala hepatitis akut misterius

Prof. Beri menjelaskan, sebagian besar pasien anak mengeluhkan masalah gastrointestinal (pencernaan), yang diikuti penyakit kuning.

"Tes laboratoriumnya juga menunjukkan tanda-tanda peradangan hati parah. Sebagian besar anak, tidak mengalami demam," terangnya.

7. Tak terkait vaksin Covid

Ada yang bilang, penyakit hepatitis akut misterius disebabkan oleh vaksin Covid. Namun faktanya, hipotesis ini tidak didukung fakta.

"Mayoritas anak yang terkena hepatitis misterius ini justru belum divaksin Covid," pungkas Prof. Beri.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel:

Video Pilihan