Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Waduh 100 Juta Warga Amerika Terancam Terinfeksi Covid-19

Waduh 100 Juta Warga Amerika Terancam Terinfeksi Covid-19 Kredit Foto: Reuters/Carlo Allegri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) memprediksi bahwa sekitar 100 juta warga mereka mungkin akan terinfeksi Covid-19 pada musim gugur dan musim dingin mendatang. Pernyataan ini dinilai mengejutkan, mengingat cakupan vaksinasi Covid-19 sudah cukup baik.

Saat ini, cakupan vaksinasi Covid-19 lengkap di antara populasi berusia lima tahun ke atas yang sudah memenuhi syarat adalah 70,5 persen. Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga mengungkapkan bahwa cakupan pemberian booster di antara warga berusia 12 tahun ke atas sudah mencapai 47,8 persen.

Tak hanya itu, analisis terbaru dari CDC juga memperkirakan bahwa setidaknya tiga dari lima orang warga AS telah memiliki antibodi yang didapatkan dari infeksi Covid-19. Artinya, sebagian besar orang di AS sudah memiliki imunitas alami terhadap Covid-19.

Berkaca pada data ini, tak heran bila sebagian orang merasa kaget saat mendengar pernyataan bahwa sekitar 30 persen populasi atau 100 juta warga diprediksi akan terkena Covid-19. Namun bagi para ilmuwan dan ahli kesehatan masyarakat, angka estimasi tersebut ternyata tidak mengejutkan.

Alasannya, imunitas yang sudah didapatkan bisa memudar sehingga risiko untuk terkena Covid-19 pun bisa kembali muncul. Selain itu, orang-orang cenderung berkumpul di dalam ruang tertutup ketika cuaca dingin sehingga penularan bisa terjadi dengan lebih mudah.

"Model (estimasi) ini bukan berarti bahwa 100 juta kasus benar-benar akan terjadi, tetapi ada potensi infeksi yang sangat banyak, ini bukan berarti kita harus panik," jelas spesialis penyakit menular dan ahli epidemiologi dari Tufts Medical Center Dr Shira Doron, seperti dilansir ABC News, Senin (16/5/2022).

Dr Doron mengatakan, meski cakupan vaksinasi di AS tinggi, imunitas yang terbentuk bisa memudar seiring waktu. Di sisi lain, virus SARS-CoV-2 memiliki kemampuan untuk terus bermutasi. Mutasi ini bisa membuat virus menjadi lebih mudah untuk menghindari kekebalan yang sudah terbentuk dari vaksin.

"Divaksinasi melindungi Anda dari sakit berat, namun tidak melindungi Anda sepenuhnya dari terkena infeksi," lanjut Dr Doron.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel:

Video Pilihan