Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tren Sell in May Plus Fed Rate Hantam Pasar Modal, Saham Perbankan dan Energi Ini Bisa Kasih Cuan

Tren Sell in May Plus Fed Rate Hantam Pasar Modal, Saham Perbankan dan Energi Ini Bisa Kasih Cuan Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan menarik di tengah tren koreksi tahunan ‘Sell in May and Go Away’ serta tekanan dari kenaikan suku bunga acuan AS karena kuatnya fundamental pasar Indonesia. 

Kuatnya faktor fundamental tercermin dari tingginya minat investor asing yang terlihat dari besarnya aliran masuk dana investor asing (foreign fund flow).  Tercatat, foreign fund flow memang negatif Rp8,36 triliun, tetapi sejak awal tahun masih surplus cukup besar yaitu Rp 51,27 triliun per 13 Mei. 

“Dengan kondisi tersebut maka secara teknikal IHSG diprediksi akan terkonsolidasi dengan support-resistance pada kisaran 6.506-6.904,” ujar Martha Christina, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, dalam acara Media Day Mirae Asset Sekuritas: Sell in May?, di Jakarta, Kamis (19/5/2022). 

Baca Juga: Tren Sell in May dan Fed Rate Buat IHSG Bleeding, Tapi Asing Masih Kepincut Berat Pasar Modal Indo

Dengan demikian, Martha menyarankan investor untuk fokus bertransaksi aktif jangka pendek pada tiga sektor yaitu sektor keuangan, energi, dan industri. Di sektor keuangan, empat saham yang dipilih adalah BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Saham-saham pilihan Martha dan tim di sektor energi yaitu ADRO, ITMG, PTBA, ADMR, dan PGAS. Di sektor industri, ada dua pilihan yaitu ASII dan UNTR. 

Meskipun bulan ini diprediksi akan konsolidasi, tetapi IHSG diprediksi masih dapat tumbuh tahun ini yang tercermin dari prediksi positif hingga posisi 7.600. 

Baca Juga: Bursa Ungkap Ada 38 Perusahaan yang Tengah Antri Masuk Bursa, Ini Daftarnya

Simon Gunawan, Senior ETF Business Mirae Asset Sekuritas, mengatakan masih optimisnya pelaku pasar terhadap IHSG hingga akhir tahun turut membuat semakin tingginya minat investor terhadap produk-produk investasi, salah satunya yaitu reksa dana yang dapat ditransaksikan di bursa (Exchange Traded Fund/ETF). Tingginya minat investor pada ETF, juga terlihat dari kenaikan jumlah transaksi ETF di BEI. 

"Melalui ETF, investor dapat berinvestasi dengan mudah pada kumpulan saham dengan tema tertentu, seperti perusahaan yang dinilai ramah lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (environmental, social and corporate governance/ESG) yang sedang menjadi tren investasi global dan nasional. Salah satu indeks di BEI yang terdiri atas saham-saham perusahaan yang menerapkan ESG yaitu IDX ESG Leaders," kata Simon. 

Bekerja sama dengan PT Capital Asset Management sebagai penerbit ETF, Mirae Asset Sekuritas berperan sebagai dealer partisipan yang menjaga likuiditas Reksa Dana Indeks Capital ETF IDX ESG Leaders (XCEG) yang baru tercatat di papan transaksi Bursa Efek Indonesia pada 28 April 2022. 

Sebagai dealer partisipan XCEG, Mirae Asset Sekuritas turut memfasilitasi investor yang ingin bertransaksi ETF di pasar primer maupun sekunder. Tahun lalu, Mirae Asset Sekuritas menjadi dealer partisipan untuk salah satu produk ETF yaitu Reksa Dana Indeks Nusadana ETF IDX Value30 (XNVE) yang masuk ke dalam top 10 ETF teraktif dari value transaksi, volume dan frekuensi pada pasar sekunder.

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Bagikan Artikel:

Video Pilihan