Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tolak UAS, Fadli Zon: Singapura Tak Hormati Hubungan Bertetangga yang Baik

Tolak UAS, Fadli Zon: Singapura Tak Hormati Hubungan Bertetangga yang Baik Kredit Foto: Instagram/Fadli Zon
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota DPR RI Komisi I Fadli Zon menilai Singapura tidak menghargai hubungan bertetangga dengan Indonesia.

Dirinya menyatakan hal itu untuk menyoroti Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dideportasi Singapura lantaran diduga pro ekstrimis dalam ceramahnya

Baca Juga: Singapura Cekal UAS, Indonesia Tolak Kedatangan 452 WNA

"Sikap Singapura yang menghakimi sepihak menunjukkan negara itu tak menghormati hubungan bertetangga baik," ujar Fadli kepada GenPI.co, Rabu (18/5).

Menurut Fadli, kejadian tersebut menimbulkan efek dan dugaan bahwa Singapura telah terpapar Islamophobia. "Orang bisa berpandangan bahwa Singapura terpapar Islamofobia, bahkan rasis," tuturnya.

Menurut Fadli, UAS dikenal sebagai seorang ulama terkemuka di Tanah Air. Bahkan, dirinya juga menyatakan UAS tak punya masalah di Indonesia. "Dia seorang intelek dan berwawasan kebangsaan yang luas. Tak ada kasus hukum di Indonesia," ucapnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Kementerian Dalam Negeri Singapura telah memberikan alasan mengapa mendeportasi UAS.

"Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan perpecahan yang tidak dapat diterima di masyarakat multiras dan multiagama di Singapura," kata Kementerian Dalam Negeri Singapura, Selasa (17/5).

Pemerintah Singapura mencontohkan, UAS memperbolehkan bom bunuh diri sah dalam konteks konflik Israel-Palestina karena dianggap operasi syahid. Selain itu, UAS dinilai juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen.

"Menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal 'jin (roh/setan) kafir'. Selain itu, Somad secara terbuka menyebut nonmuslim sebagai kafir," ujar Kemendagri Singapura.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan