Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Penolakan UAS di Singapura, Pengamat: Ini Semua Tidak Lepas dari Perang Ukraina Melawan Rusia

Penolakan UAS di Singapura, Pengamat: Ini Semua Tidak Lepas dari Perang Ukraina Melawan Rusia Kredit Foto: Instagram/Ust Abdul Somad
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Program dan Litbang Institut Jakarta (IJ) Agung Nugroho menduga kejadian tak menyenangkan yang dialami Ustaz Abdul Somad (UAS) berkaitan perang Ukraina dan Rusia. Sebelumnya UAS dikabarkan tidak diperbolehkan masuk ke Singapura lantaran diduga pro ekstrimis di dalam ceramahnya.

"Ini semua tidak lepas dari konstelasi dunia terhadap perang Ukraina melawan Rusia," ujar Agung kepada GenPI.co, Jumat (20/5/2022).

Agung juga menduga penolakan UAS di Singapura disebabkan dukungan Indonesia untuk Rusia dalam G20. "Pasalnya, Indonesia berubah haluan yang semula mendukung Uni Eropa dan AS," ucapnya.

Baca Juga: Dicap Islamophobia, Singapura Dipaksa Minta Maaf Karena Tolak Kedatangan UAS

Bahkan, menurut Agung, Indonesia juga tetap mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin dan mengabaikan permintaan Uni Eropa dan Amerika Serikat.

"Singapura sebagai sekutu AS dan Uni Eropa merasa berkepentingan untuk memproteksi negaranya dari upaya propaganda pro Rusia," ucapnya.

Menurut Agung, pertahanan tersebut dilakukan lantaran Islam Indonesia dianggap dunia internasional sebagai pendukung Rusia.

Baca Juga: Deretan Negara yang Pernah Tolak Masuk UAS, Alasan Ini yang Paling Krusial

"Jadi, tindakan Singapura menolak kedatangan UAS bukan karena persoalan ekstrimisme, tetapi persoalan konstelasi dunia terkait Ukraina melawan Rusia," ujar Agung.

Seperti diketahui, sebelumnya UAS sudah menklarifikasikan tuduhan pemerintah Singapura yang menyebutnya ekstrimis. UAS juga mengatakan tidak akan berhenti mengajarkan ajaran Islam hanya karena disebut ekstremis.

"Biarlah semua orang mengatakan itu, karena itu bagian dari ajaran agama, saya akan tetap mengajar," ujar UAS di kanal YouTube Refly Harun, Kamis (19/5/2022).

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel:

Video Pilihan