Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dalam hingga Luar Negeri Ramai Tolak Kehadirannya, UAS Tolong Introspeksi: Orang Sombong Akan....

Dalam hingga Luar Negeri Ramai Tolak Kehadirannya, UAS Tolong Introspeksi: Orang Sombong Akan.... Kredit Foto: Instagram/Ust. Abdul Somad
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi kembali menyindir Ustaz Abdul Somad (UAS). Eko Kuntadhi menjelaskan penolakan Ustaz Abdul Somad (UAS) tak hanya terjadi di sejumlah negara, tetapi di dalam negeri.

Menurut Eko, UAS sebelumnya ditolak di negara Singapura, Swiss, Belanda, Timor Leste, maupun di Hongkong. Baca Juga: Buntut UAS Dideportasi, Tokoh Riau Lantang: Buang Semua Produk Singapura ke Tong Sampah!

Sementara di dalam negeri, beber pegiat media sosial ini, ditolak di Kudus, Universitas Gajah Mada, Bali, dan saat ini di Madura. Kejadian penolakan yang berulang itu, beber dia, harus dijadikan intropeksi diri. 

“Singapura, Swiss, Belanda, Timor Leste, Hongkong menolak Somad. Di dalam negeri Kudus, UGM, Bali dan sekarang Madura menolak Somad. Orang normal akan intropeksi diri jika mengalami kejadian yang sama terus menerus. Orang sombong akan merasa seluruh dunia salah: hanya dialah yang benar!,” tulis Eko Kuntadhi di Instagramnya, Jumat (20/5/2022).

Sementara itu, UAS menilai ada dugaan konspirasi terkait penolakannya di sejumlah negara. Hal itu diungkapkan UAS di kanal YouTube Refly Harun, Jumat (20/5/2022).

Dia menceritakan, akhir 2018 lalu ia punya Jadwal ke Timor Leste untuk tiga agenda, yaitubertemu dengan Xanana Gusmao dan uskup, serta tabligh akbar di masjid besar di negara tersebut.

Sayangnya, saat tiba di bandara di Timor Leste, UAS mengaku ditahan.”Sampai di Airport, tim saya masuk, saya ditahan,” bebernya.

Ia pun mempertanyakan penahanan itu. Alasan pihak Timor Leste karena ia dianggap teroris setelah menerima faks dari Indonesia.

“Saya tanya kenapa saya tidak boleh masuk? karena kami baru dapat sejam yang lalu dapat faks dari Jakarta bahwa ustaz adalah teroris,” beber UAS menirukan jawaban pihak tersebut.

“Jadi saudara kita di Timor Leste dapat infonya dari sini (Indonesia, red),” bebernya.

Hal sama juga dialami UAS saat di Swiss. Ia pernah disetop untuk masuk ke Swiss. Saat mempertanyakan alasan penolakan itu, ditunjukkanlah print gambar dirinya diusir saat memberikan seminar di Amsterdam. “Siapa yang ngirim ? Itulah namanya teori konspirasi. konspirasi tidak bisa diungkap, kalau bisa diungkap, dia tidak konspirasi. Untuk membusukkan,” tegasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Lestari Ningsih

Bagikan Artikel:

Video Pilihan