Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Penanganan Kasusnya Dibandingkan dengan Novel Baswedan, Ade Armando Nggak Terima

Penanganan Kasusnya Dibandingkan dengan Novel Baswedan, Ade Armando Nggak Terima Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengeroyokan salah seorang dosen Universitas Indonesia, Ade Aramando pada 11 April lalu di aksi mahasiswa memasuki “babak baru”.

Selain ditangkapnya beberapa pihak yang diduga melakukan pengeroyokan, kini Ade sudah muncul di publik dan mengungkapkan kejadian pengeroyokan yang dia alami.

Publik pun merspons dengan berbagai suara, ada yang menyangkan, ada juga yang mengaitkan dengan rekam jejak Ade Armando yang dianggap kerap melontarkan narasi kebencian.

Salah satu pihak yang berusara keras adalah pendakwah Felix Siauw.

Diketahui Felix sempat berkomentar dengan membandingkan penanganan kasus Ade Armando yang dinilai cepat dan Novel Baswedan. Sebagaimana diketahu Novel Baswedan harus mengalami cacat permanen di bagian mata akibat siraman air keras, kasusnya pun harus berjalan bertahun-tahun hingga pelaku penyiraman terungkap.

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad (UAS) Disebut Extremist oleh Singapura, Rocky Gerung: Jokowi Harusnya Tersinggung!

Menanggapi hal itu, Ade angkat suara. Dirinya mengnggap bahwa pendakwah keturunan Tionghoa tersebut salah dalam melakukan perbandingan.

“Felix tidak cukup berpikir panjang bagaimana mungkin dia membandingkan penanganan kasus saya dengan kasus novel,” ujar Ade di Cokro TV dikutip Senin (23/5/22).

Menurutnya, penanganan kasusnya bisa secepat kilat karena pengeroyokan dilakukan pada siang hari dan banyak orang yang melihat.

Atas dasar tersebut, polisi menurut Ade bisa menangani dengan cepat terlebih ada teknologi pendeteksi wajah. Ade mengklaim bahwa hal tersebut sangat berbeda dengan apa yang dialami Novel Baswedan.

“Saya berceita panjang semacam ini untuk menunjukkan betapa perbandingan Felix sama sekali tidak berlandasakan akal sehat.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan