Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tren Positif di Tengah Kasus Harian Covid-19 yang Rendah, Berikut Laporannya!

Tren Positif di Tengah Kasus Harian Covid-19 yang Rendah, Berikut Laporannya! Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, kinerja perekonomian nasional menunjukkan pemulihan dan tren positif di tengah kasus harian Covid-19 yang rendah. Berbagai leading indikator ekonomi, baik dari sisi konsumsi maupun produksi, masih menunjukkan tren pemulihan.

"Berbagai indikator awal ekonomi kita memang mengonfirmasi bahwa pemulihan ekonomi kita masih bertahan dan cukup kuat," ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN Kita, Senin (23/5/2022).

Baca Juga: Sri Mulyani Sampaikan Perkembangan Realisasi Anggaran Covid-19: Ini Lebih Rendah dan Sangat Rendah!

Dari sisi konsumsi, Sri Mulyani menjelaskan bahwa dari mobilitas masyarakat, terlebih jika melihat di kuartal kedua di mana ada Idulfitri, mobilitas masyarakat melonjak tinggi. Google Mobility Index menunjukkan angka 18,5% kenaikannya.

"Jadi, Omicron tidak menyetop kegiatan masyarakat. Itu bagus. Artinya, kita sudah mulai ada resiliensi atau ketahanan dari Covid atau dari pandemi yang memang masih berjalan," jelas Sri Mulyani.

Retail Sales Index juga menunjukkan peningkatan sejalan dengan optimisme dan mobilitas masyarakat. Sementara itu, optimisme masyarakat meningkat didorong meningkatnya persepsi konsumen terhadap ekonomi dengan Indeks Keyakinan Konsumen berada di posisi 113,1.

Sementara dari sisi produksi, Purchasing Managers' Index (PMI) Indonesia melanjutkan ekspansi didukung keberlanjutan pemulihan ekonomi yang makin kuat. Pertumbuhan konsumsi listrik industri sebesar 9,8% dan bisnis sebesar 10,2% juga menunjukkan kuatnya aktivitas dunia usaha.

Indikator produksi yang lain ialah impor bahan baku dan barang modal juga tumbuh positif sejalan pulihnya aktivitas ekonomi dalam negeri. Terkonfirmasi, impor bahan baku tumbuh 31,3% dan barang modal 26,7%.

"Ini semuanya dari sisi produksi maupun dari sisi konsumsi dan optimisme masyarakat itu adalah hal yang positif," ujarnya.

Penulis: Martyasari Rizky
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan