Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Di China, Nasib Akhir Pejabat yang Korup Sulit buat Diganggu Gugat

Di China, Nasib Akhir Pejabat yang Korup Sulit buat Diganggu Gugat Kredit Foto: Getty Images
Warta Ekonomi, Beijing -

China telah menjatuhkan hukuman mati kepada Tong Daochi, mantan pejabat senior di pemerintahan provinsi Hainan sekaligus mantan regulator sekuritas. Tong terbukti terlibat dalam kasus suap dan perdagangan orang dalam.  

Kantor berita Xinhua dalam laporannya pada Kamis (2/6/2022) mengungkapkan, Tong, yang juga mantan sekretaris Partai Komunis China (PKC) di kota Sanya, Hainan, menerima suap senilai 274 juta yuan antara 2004 dan 2020.

Baca Juga: Orang-orang Indonesia Kini Bisa Pergi Tanpa Visa ke Negara Komunis Ini

Menurut Xinhua, saat menjabat wakil kepala departemen penerbitan Komisi Regulasi Sekuritas China (CSRC) pada 2006 dan 2007, Tong juga memperoleh 3,38 juta yuan keuntungan ilegal melalui perdagangan orang dalam.

Tong bergabung dengan CSRC pada tahun 2000. Sebelumnya dia sempat bekerja di Bank Dunia dan RAND Corp, sebuah lembaga kajian kebijakan publik di Amerika Serikat (AS).

Meski telah divonis hukuman mati, Tong memperoleh penangguhan hukuman dua tahun. Penangguhan membuka peluang mengubah hukuman, dari vonis mati menjadi penjara seumur hidup.

Hukuman bisa pula diubah menjadi jangka waktu yang ditetapkan pada akhir masa penangguhan dua tahun jika yang bersangkutan tidak dihukum karena kejahatan lebih lanjut atau melakukan “layanan yang berjasa”.

Pada Kamis lalu, lembaga anti-korupsi China mengungkapkan, mereka juga tengah memeriksa Wang Zhongcheng atas dugaan pelanggaran hukum dan peraturan. Wang adalah mantan kepala departemen akuntansi CSRC.

Menurut situs web Komisi Pusat Inspeksi Disiplin China (CCDI), sebelumnya Wang adalah kepala biro CSRC di provinsi Zhejiang timur antara Juli 2016 dan Desember 2018.

Cina memiliki sistem peradilan yang tegas terhadap koruptor. Presiden China Xi Jinping sudah meluncurkan beberapa kampanye anti-korupsi yang telah menjatuhkan pejabat pemerintah, regulator, bankir, dan eksekutif senior perusahaan.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan