Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Luar Biasa! Di tangan Erick Thohir, BUMN Kantongi Laba Rp 126 Triliun, DPR: Ini Jauh Lebih Baik

Luar Biasa! Di tangan Erick Thohir, BUMN Kantongi Laba Rp 126 Triliun, DPR: Ini Jauh Lebih Baik Kredit Foto: Dhemas Reviyanto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat total pendapatan BUMN pada 2021 mencapai Rp 1.983 triliun dengan perolehan laba Rp 126 triliun. Pendapatan ini sangat tinggi dan luar biasa di saat negara masih dihantam pandemi Covid-19.

Bahkan, pencapaian pendapatan BUMN ini disebut setara dengan 99 persen dari APBN. Hal tersebut menjadikan indikator bahwa perbaikan kinerja BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir telah berhasil mencatatkan sejarah dengan laporan keuangan BUMN yang terkonsolidasi.

Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun mengatakan, perolehan laba BUMN di tahun 2021 ini patut diapresiasi karena perolehan ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kita apresiasi, tentu kinerjanya baik hingga bisa memperoleh laba Rp 126 triliun. Dibandingkan dengan periode lalu, Ini jauh lebih baik,” kata Rudi Bangun saat dihubungi, Rabu (8/6).

Dikatakan politisi NasDem ini, ke depan Kementerian BUMN harus lebih meningkatkan kinerja untuk meningkatkan ekonomi nasional, karena pandemi Covid-19 sudah berakhir. Artinya ekspektasi publik akan lebih tinggi ke depan. Salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan atau laba BUMN adalah memberikan target kepada para Dirut dan Direksi.

“Kedepan menteri harus memberikan target maksimal ke Dirut dan Direksi. Yang dapat target diberi reward, yang tidak diberi punisment,” ucapnya.

Menurut Hartono Bangun, dengan cara tersebut para Dirut akan berpacu untuk berkompetisi, dan ide-ide bisnis baru akan bermunculan. “Jadi mereka bakal berpacu untuk berkompetisi, kalau tidak sanggup ya diganti. Dirut-Dirut juga harus berinovasi, kreatif dan mencari bisnis baru,” jelasnya.

Anak buah Surya Paloh ini pun mencontohkan strategi bisnis yang dilakukan oleh Pertamina dengan pengembangan EBT. Untuk itu, para Dirut harus berinovasi dalam mengembangkan bisnis perusahan yang bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pasar ke depan.

“Ya Dirut yang tau, sesuai kondisi zaman dan permintaan pasar. Pertamina contohnya, harus mencari EBT karena minyak bumi pasti akan habis, PLN juga Batubara akan abis, jadi Dirut harus inovasi cari solusi,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir mencatat total pendapatan BUMN pada 2021 mencapai Rp 1.983 triliun dengan perolehan laba Rp 126 triliun. Dia menyebut pencapaian itu luar biasa.

"Total pendapatan BUMN Rp 1.983 triliun atau setara 99 persen dari pendapatan APBN," kata Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa kemarin.

Erick menjelaskan, perbaikan kinerja BUMN juga berdampak positif terhadap kontribusi untuk negara. Misalnya untuk total pajak, dividen, dan PNBP yang diberikan BUMN secara konsolidasi mencapai Rp 371 triliun.

"Terima kasih kepada pimpinan dan anggota Komisi VI yang mendorong konsolidasi BUMN, dari 108 BUMN menjadi 41 BUMN. Alhamdulillah laba 2021 dibandingkan tahun sebelumnya, yang tadinya Rp 13 triliun, sekarang dengan segala efisiensi dan perbaikan model bisnis yang didukung Komisi VI, laba untuk 2021 sebesar Rp 126 triliun. Ini adalah prestasi yang saya rasa luar biasa," ucapnya. (*)

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel:

Video Pilihan