Kredit Foto: Cita Auliana
Restrukturisasi kepemilikan saham badan usaha milik negara (BUMN) berlanjut ke sektor konstruksi. Empat emiten BUMN Karya, yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, melaporkan pengalihan sebagian saham Seri B dari PT Danantara Asset Management (Persero) kepada Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Aksi tersebut dilakukan pada awal Januari 2026 sebagai bagian dari penataan struktur kepemilikan negara.
Pengalihan saham disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham Seri B yang dialihkan selanjutnya akan diklasifikasikan menjadi saham Seri A Dwiwarna, sesuai dengan ketentuan penyesuaian struktur kepemilikan negara di lingkungan BUMN.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk melaporkan pengalihan 217.056.333 lembar saham Seri B atau setara 0,75% dari kepemilikan PT Danantara Asset Management kepada BP BUMN. Dengan transaksi tersebut, BP BUMN memiliki satu lembar saham Seri A Dwiwarna serta 217.056.333 lembar saham Seri B.
Baca Juga: Danantara Alihkan Saham Bank BUMN ke BP BUMN
Pemerintah tetap tercatat sebagai pemegang saham pengendali Waskita Karya, baik melalui kepemilikan langsung di BP BUMN maupun kepemilikan tidak langsung 21.488.577 lembar saham Seri B melalui Danantara Asset Management yang dikonsolidasikan di Badan Pengelola Investasi Danantara.
Langkah serupa dilakukan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Perseroan mengalihkan 362.917.027 lembar saham Seri B atau setara 0,91% dari Danantara Asset Management kepada BP BUMN. Setelah transaksi, Danantara Asset Management masih memegang 35.928.785.753 lembar saham Seri B.
Dalam struktur pascatransaksi, pemerintah tetap menjadi pemegang saham pengendali WIKA melalui satu lembar saham Seri A Dwiwarna di BP BUMN, sementara saham Seri B yang dialihkan akan diklasifikasikan menjadi saham Seri A Dwiwarna sehingga porsi saham istimewa negara mencapai 1%.
Baca Juga: Danantara Alihkan 516,02 Juta Saham Telkom ke BP BUMN
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk juga mengalihkan 31.619.477 lembar saham Seri B atau setara 0,51% dari Danantara Asset Management kepada BP BUMN. Kepemilikan Danantara Asset Management di PTPP berkurang menjadi 3.130.328.358 lembar saham Seri B. Pemerintah tetap menjadi pemegang saham pengendali melalui satu lembar saham Seri A Dwiwarna di BP BUMN, dengan saham Seri B yang dialihkan dikonversi menjadi saham Dwiwarna.
Adhi Karya (Persero) Tbk menjadi emiten keempat yang melaporkan pengalihan saham. Perseroan mengalihkan 54.087.737 lembar saham Seri B atau setara 0,64% kepada BP BUMN. Meski demikian, Danantara Asset Management masih menguasai 5.354.696.054 lembar saham Seri B atau sekitar 63,69% hak suara. Saham yang dialihkan juga akan diklasifikasikan menjadi saham Seri A Dwiwarna, sehingga pemerintah tetap mengantongi 1% saham Dwiwarna dengan hak istimewa.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Annisa Nurfitri
Advertisement