Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Buzzer Harus Ditertibkan, Biar Tidak Sedikit-Sedikit Dicap Kadrun atau Cebong

Buzzer Harus Ditertibkan, Biar Tidak Sedikit-Sedikit Dicap Kadrun atau Cebong Kredit Foto: Unsplash/William Iven
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pasca Pemilu 2019, polarisasi masih terjadi di Tanah Air. Situasi itu menurut Anggota Komisi I DPR Rizki Sadig dipicu oleh buzzer. Para buzzer telah memecah belah masyarakat dalam prespektif demokrasi.

Agar polarisasi bisa diredam, Ketua DPW PAN Jawa Timur itu mengajak masyarakat mengedepankan tradisi politik gagasan. “Sudah saatnya semua berkomitmen untuk menertibkan buzzer dan mencegah perpecahan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (8/6).

Baca Juga: Kekurangan Anies Baswedan Bila Jadi Capres 2024 Dibongkar, Ternyata Oh Ternyata...

“Kami di PAN menawarkan ayo kita hadirkan politik ide dan gagasan. Bukan politik yang saling menjatuhkan,” lanjutnya

Rizki Sadig menegaskan bahwa kompetisi Pemilu 2024 harus menggunakan adu ide dan gagasan, bukan perpecahan. “Stigma Cebong-Kadrun tidak selesai-selesai. Berbeda pendapat sedikit langsung dicap cebong atau kadrun. Tak ada ruang untuk adu ide dan gagasan,” ungkapnya.

Menurut Rizki Sadig, PAN meyakini media sosial adalah ruang terbaik untuk adu ide dan gagasan. Karena, siapa pun bisa terlibat termasuk politisi dan bahkan para kepala daerah.

“Tapi kalau tokoh-tokoh yang ingin mendapatkan keuntungan elektoral ini lebih suka menggunakan buzzer, maka media sosial kita akan terus keruh dengan buzzer,” tutup Rizki.

Baca Juga: Anies Didukung Eks Anggota FPI dan HTI Jadi Capres, Johnny G Plate Sebut Masyarakat Berhak...

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan