Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gobel: Segera Tanggulangi Penyakit Mulut dan Kuku

Gobel: Segera Tanggulangi Penyakit Mulut dan Kuku Kredit Foto: Rachmat Gobel
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel meminta pemerintah untuk segera menanggulangi penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kini sedang melanda hewan ternak milik rakyat.

"Bagi peternak sapi dan kerbau rumahan, kematian satu ternak sudah merupakan kiamat tersendiri," katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga: 19.830 Ekor Sapi dan Kerbau Ternak di Aceh Terinfeksi PMK, Tertinggi di Aceh Tamiang

Hal itu ia sampaikan saat menerima dua orang perwakilan Perhimpunan Peternak Sapi dan Kebau Indonesia (PPSKI), drh Nanang Purus Subendro (ketua umum) dan Yudi Arif (bendahara umum). Berdasarkan keterangan keduanya, dalam sebulan ini sudah 20 provinsi yang terpapar PMK. "Jika satu sapi saja terpapar maka satu kandang dipastikan terpapar semuanya," kata Nanang.

Akibat serangan PMK ini, katanya, terjadi panic selling yaitu harga sapi turun drastis yang sangat merugikan peternak. Nanang mengatakan, jumlah peternak sekitar 5 juta orang dengan populasi sapi 18 juta ekor dan populasi kerbau 1,1 juta ekor.

Baca Juga: Gobel: Gol Pancasila Itu Sejahtera Bersama

Menurutnya, PMK tak hanya bisa menyerang sapi dan kerbau tapi juga bisa menyerang domba, kambing, dan babi. Nanang mengatakan, Indonesia telah bebas PMK sejak 1990, sedangkan kasus pertama terjadi pada 1886 sehingga butuh lebih dari satu abad untuk bebas PMK.

Gobel mengatakan, bagi peternak sapi dan kerbau rumahan, hewan ternak merupakan harta terbesar yang dimiliki. "Biasanya akan dijual saat ada hajatan atau untuk keperluan sekolah anaknya. Karena itu wabah PMK ini merupakan ancaman terbesar bagi masa depan keluarga," katanya.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel:

Video Pilihan