Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Politikus PDIP Ini Suka Blak-blakan, Masinton Sebut Wacana 3 Periode Jokowi Masih Hidup!

Politikus PDIP Ini Suka Blak-blakan, Masinton Sebut Wacana 3 Periode Jokowi Masih Hidup! Kredit Foto: Instagram/Masinton Pasaribu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Politikus PDIP, Masinton Pasaribu, menyebut isu penambahan masa jabatan presiden atau presiden 3 periode masih terus berjalan dan bergulir. Hal tersebut, kata Masinton, ditandai sejumlah peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini. 

"Siapa bilang close (isu 3 periode)? kalau masih ada menteri-menterinya teriakan itu itu berarti kan masih koma," kata Masinton dalam diskusi bertajuk 'Jangan Pegel Tunggu Reshufle' secara daring, Sabtu (11/6/2022). 

Baca Juga: Dorong Jokowi Lakukan Reshuffle, PDIP Sindir Menteri Kebelet Nyapres: Majang Prestasi, Bukan Foto!

Menurutnya, banyak rangkaian peristiwa yang menandakan isu 3 periode masih dimainkan. Bahkan hal itu terjadi dalam acara yang dihadiri Presiden Joko Widodo secara langsung.

"Masih berjalan lihat saja rangkaian di Magelang, rangkaian peringatan Pancasila 1 Juni komunitas ya yang itu datang dari Jakarta bawa kaos 3 periode. Terus kemarin masih ada teriakan-teriakan 3 periode ini apa gitu loh dan ingat itu ada acara tersebut mohon maaf ya jadi presiden agenda yang dihadiri oleh presiden," ungkapnya.

Masinton mengatakan, evaluasi perjalanan bangsa sudah dilakukan dengan melakukan amandemen UUD 1945. Hal itu dilakukan untuk mengakomodir reformasi dan demokrasi yang salah satunya membatasi masa jabatan presiden 2 periode. 

"Nah ini politik kebangsaan kita kalau ada yang masih berpikir tiga periode itu kan politik kekuasaan," tuturnya. 

Ia menegaskan semua pihak harus bisa menyelamatkan Indonesia agar tetap bisa melaksanakan agenda kebangsaannya. Bukan justru menambah masa jabatan presiden. 

Baca Juga: Gerebek Markas Khilafatul Muslimin, Polisi Temukan Barang Bukti, Dari Senjata Tajam hingga Buku HTI!

"Nah ini kan pemerintahan dipilih 5 tahun nah kalaupun ada reshufle itu harus jadi bagian untuk ya memperkuat kerja-kerja pemerintahan, 3 periode itu adalah agenda kekuasaan yang jahat yang tiran jadi kita harus selamat kan agenda kebangsaan ini," tandasnya. 

Baca Juga: Gegara Setuju dengan Luhut Soal Presiden, PKB Kena Semprot: Orang Luar Jawa Hanya Penumpang Gelap di NKRI?

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: