Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Induk Perusahaan FPNI Ekspansi ke Bisnis Material Baterai, Kerjasama dengan Elon Musk?

Induk Perusahaan FPNI Ekspansi ke Bisnis Material Baterai, Kerjasama dengan Elon Musk? Kredit Foto: Reuters/Jason Lee
Warta Ekonomi, Jakarta -

Lotte Chemical sepakat untuk mendirikan perusahaan di Amerika Serikat pada paruh pertama tahun 2022. Pendirian dimaksudkan untuk mengatur bisnis bahan baterai mereka.

Selain itu, langkah Lotte Chemical juga bertujuan untuk mengumpulkan 50 triliun won (574 Triliun rupiah) dalam penjualan tahun 2030 mendatang. Caranya dengan meningkatkan proporsi bisnis khusus dan ramah lingkungan yang bernilai tambah tinggi. 

Perusahaan meluncurkan visi dan strategi pertumbuhannya untuk tahun 2030 pada konferensi pers di Lotte World Tower di Songpa-gu, Seoul pada 19 Mei 2022 lalu.

Lotte Chemical berencana untuk menginvestasikan 4 triliun won atau Rp45,9 Triliun di sektor bahan baterai pada tahun 2030 demi menghasilkan penjualan 5 triliun won atau Rp57,4 triliun. 

Baca Juga: Mengejar Target Emisi Karbon, Industri Baterai Mobil Listrik Perlu Diperkuat

Secara khusus, perusahaan berencana untuk merambah pasar AS yang belakangan ini berkembang pesat berkat peningkatan permintaan kendaraan listrik dan perluasan investasi produsen baterai. 

Dalam hal ini, Lotte Chemical berencana untuk mendirikan perusahaan di Amerika Serikat dalam paruh pertama tahun 2022. 

Selain itu, mengingat adanya permintaan dari produsen baterai lokal, pendirian pabrik bahan elektrolit atau foil katoda juga sedang dipertimbangkan. 

Selanjutnya, Lotte Chemical juga berencana mempromosikan bisnis terkait baterai generasi berikutnya. Seperti bahan anoda logam lithium dan elektroda cair vanadium. 

Divisi bisnis energi hidrogen perusahaan berniat untuk menginvestasikan 6 triliun won atau Rp68,9 Triliun pada tahun 2030 demi memproduksi 1,2 juta ton hidrogen bersih per tahun. Harapannya, perusahaan akan mencatat penjualan tahunan sebesar 5 triliun won atau Rp57,4 Triliun. 

Baca Juga: Pengusaha: Jangan Terlena Elon Musk, Pemerintah Harusnya Dukung Anak Bangsa Kembangkan Teknologi EBT

Menurut Lotte Chemical, pasar hidrogen diperkirakan akan mencapai 5,8 juta ton di Korea dan 98 juta ton di pasar global pada tahun 2030. 

Permintaannya diperkirakan akan mencapai 3,5 juta ton untuk pembangkit listrik berbahan bakar sel dan amonia.

Lotte Chemical juga berencana memasok 600.000 ton dari 1,2 juta ton untuk pembangkit listrik, 450.000 ton untuk sel bahan bakar dan turbin gas hidrogen dan 150.000 ton untuk transportasi. 

Lotte Chemical mengambil ancang-ancang memproduksi 600.000 ton hidrogen bersih untuk pembangkit listrik di luar negeri dan mengubahnya menjadi amonia sebelum membawanya ke Korea. 

Selain itu, raksasa kimia Korea ini juga bakal memperluas bisnis daur ulang dan bioplastik menjadi satu juta ton produk daur ulang ramah lingkungan dan penjualan dua triliun won dengan menginvestasikan satu triliun won pada tahun 2030.

Baca Juga: J Trust Bank Bidik Pembiayaan KPR Capai Rp 25 Miliar Per Bulan di 2023

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Advertisement

Bagikan Artikel: