Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengamat Prediksi PDIP Usung Puan di Pilpres 2024, Lalu Ganjar Akan Lakukan Ini

Pengamat Prediksi PDIP Usung Puan di Pilpres 2024, Lalu Ganjar Akan Lakukan Ini Kredit Foto: Instagram/Ujang Komarudin
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik, Ujang Komarudin memprediksi PDIP tidak akan mengusung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (Capres) 2024.

"Saya punya keyakinan kalau PDIP betul-betul mendukung Puan, artinya tidak mengusung Ganjar, maka (Ganjar) akan membelok, maka akan didukung partai lain," kata Ujang dikutip dalam channel Youtube-nya, Jumat (24/6/2022).

Baca Juga: Hasil Survei Terbaru, 34 Persen Warga Ogah Tinggal Disamping Tetangga FPI

Ujang mengungkapkan, muncul isu Ganjar akan dibawa partai politik lain sebelum Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Partai Golkar, PPP dan PAN dibentuk.

"Ada yang menyebut KIB, entah siapa itu, jadi bahkan saya pernah ketemu Ketum-ketum KIB ya sebelum KIB terbentuk. Dia mengatakan, Ganjar ini kalau ga didukung PDIP maka akan diambil oleh partai lain, dan didukung partai lain," bebernya.

Ujang menyebut ada dua langkah yang akan diambil  Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam menentukan pilihannya. Pertama, lanjut dia, apabila pemilihan diambil berdasarkan rasionalitas, maka PDIP akan mengusung figur yang memiliki elektabilitas tinggi.

"Tetapi kalau berdasarkan emosionalitas. Maka akan cenderung kepada mba Puan sebagai anak. Katakanlah anak biologis dan anak ideologis begitu," terangnya.

Baca Juga: Megawati Singgung Soal Tukang Bakso di Rakernas, Junimart PDIP Pasang Badan: Supaya Nggak Tegang!

"Jadi itu akan menentukan langkah rasionalitas dengan emosioalitas itu karena rasional maka dia akan mendukung siapa yang akan menang, tapi kalau emosional pasti akan mendukung anaknya," sambungnya.

Namun Ujang menduga, kelihatannya rasa emosionalitas itu akan lebih dominan. Artinya, sebagai seorang ibu, Megawati mayoritaskan memilih Puan.

"Dan PDIP paham, bahwa apa yang dilakukan Ganjar dulu Ganjar bersatu karena PDIP, Ganjar bisa menjadi Gubernur karena PDIP. Jadi itu yang dibaca oleh PDIP karena saya melihatnya ya ke depan kelihatannya arah-arahnya bisa jadi," pungkasnya.

Baca Juga: Gegara Setuju dengan Luhut Soal Presiden, PKB Kena Semprot: Orang Luar Jawa Hanya Penumpang Gelap di NKRI?

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Editor: Adrial Akbar

Advertisement

Bagikan Artikel: