Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Cuit Guntur Romli Soal Gubernur Terbodoh Buat Relawan Anies Baswedan Geram, Gak Segan Proses Hukum!

Cuit Guntur Romli Soal Gubernur Terbodoh Buat Relawan Anies Baswedan Geram, Gak Segan Proses Hukum! Kredit Foto: Andi Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menjadi kandidat Calon Presiden (capres) 2024 Partai NasDem, terus mendapat kritikan.

Salah satunya, dari politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli. Lewat cuitan di Twitter pribadinya, Guntur Romli menyebut Anies sebagai Gubernur terbodoh.

Baca Juga: Anies Baswedan Undang Tukang Bakso, PDIP Gerah: Politik Tak Mengakar, Terlambat Temui Rakyat Kecil!

Pendukung militan Anies Baswedan yang tergabung dalam Brigade 08 pun turut menanggapinya.

Ketua Umum Brigade 08 Zecky Alatas menegaskan, tidak segan menempuh jalur hukum jika ada pihak-pihak yang dengan sengaja menggiring opini negatif, menebar kebencian dan hoaks.

“Kami akan pelajari apakah unsur pidana tersebut terpenuhi. Jika ada pelanggaran, maka kami akan melakukan upaya hukum. Sesuai dengan hukum yang berlaku untuk memberi pelajaran bagi orang yang suka menebar kebencian,” tegasnya, Sabtu (25/6). 

Sebelumnya, Guntur Romli memberi pernyataan itu lantaran ia menonton video di akun Twitter Dede Prayudi-UKI @Uki23. Video berdurasi singkat itu membahas soal penjelasan Anies terkait masalah polusi udara di Jakarta.

Menurut Guntur Romli, video yang diposting Dede Uki menunjukkan kebodohan Anies karena tidak bisa memberikan solusi. Guntur Romli pun menyampaikan bahwa Anies merupakan Gubernur terbodoh versi Google.

"Ketik ‘Gubernur Terbodoh’ di Google ke luar: Anies Baswedan,” tulis akun Twitter miliknya, @GunRomli pada Jumat (24/6).

Baca Juga: Selain Dibatasi, Beli Minyak Goreng Curah Perlu PeduliLindungi, Luhut: Fungsinya Jadi Alat Pemantau

Sementara dalam postingan itu, Dede Uki turut menuliskan komentar. “Di balik retorika yang panjang kali lebar ini, tidak terjawab apa penyebab kualitas udara DKI yang terburuk. Plentat, plentot, banting stir kanan, kiri, tapi nggak jelas arahnya,” cuitnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Populis. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Populis.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan