Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

PM Inggris: Jika Barat Tumbang dari Rusia, Bayarannya Sangat Besar

PM Inggris: Jika Barat Tumbang dari Rusia, Bayarannya Sangat Besar Kredit Foto: Antara/Finnbarr Webster/Pool via REUTERS
Warta Ekonomi, London -

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengingatkan para pemimpin dunia bahwa mereka tidak hanya harus menyadari bahwa biaya yang harus ditanggung untuk mendukung Ukraina akan sangat besar. Konsekuensi yang harus ditanggung termasuk lonjakan biaya energi dan makanan.

Di samping itu, menurut Johnson, mereka juga harus memahami bahwa harga yang dibayar dengan membiarkan Rusia menang akan jauh lebih tinggi. Berbicara pada awal KTT Kelompok Tujuh pada Minggu (26/6/2022), Johnson menegaskan bahwa Barat perlu mempertahankan persatuannya dalam menghadapi agresi Moskow di Ukraina.

Baca Juga: Innalilahi, Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Kala Jokowi Mulai Perjalanan ke Eropa

"Untuk melindungi persatuan itu, untuk membuatnya berhasil, Anda harus melakukan diskusi yang benar-benar jujur tentang implikasi dari apa yang terjadi, tekanan yang dirasakan oleh teman dan pasangan individu," katanya kepada wartawan.

"Tetapi harga bila menyerah, harga untuk membiarkan (Presiden Rusia Vladimir) Putin meraih kemenangan, untuk menduduki sebagian besar Ukraina, untuk melanjutkan program penaklukan, maka harga itu akan jauh, jauh lebih tinggi. Semua orang di sini pasti menyadari itu."

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Sabtu (25/6/2022) bahwa Ukraina akan merebut kembali semua kota yang telah ditaklukkan Rusia. Kota tersebut termasuk Sievierodonetsk.

Dalam video pada Sabtu (25/6/2022) malam, Zeleskyy mengatakan bahwa Ukraina telah dihantam oleh 45 rudal dan roket Rusia selama 24 jam sebelumnya. Ia mendeskripsikan serangan ini sebagai upaya sinis dari Rusia, namun rakyatnya tetap optimistis.

"Oleh karena itu, semua kota kami, Sievierodonetsk, Donetsk, Luhansk, kami akan dapatkan kembali semuanya," katanya.

Kali ini, Sievierodonetsk disebutkan karena kota industri itu akhirnya jatuh ke pasukan Moskow pada hari sebelumnya setelah berminggu-minggu pertempuran brutal.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan