Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Nasib Iran di Ujung Tebing Ketika Amerika, Israel dan Negara-negara Arab Berkongsi

Nasib Iran di Ujung Tebing Ketika Amerika, Israel dan Negara-negara Arab Berkongsi Kredit Foto: Reuters/Lisi Niesner
Warta Ekonomi, Washington -

Amerika Serikat (AS) dikabarkan mengadakan pertemuan para pejabat tinggi pertahanan regional dari Israel dan negara-negara Arab untuk membahas koordinasi melawan ancaman rudal dan drone Iran.

Hal itu dilaporkan Wall Street Journal, Minggu (26/6/2022), mengutip sumber-sumber AS dan regional yang menguak rincian pertemuan yang sebelumnya dirahasiakan itu.

Baca Juga: Inilah Jenderal Pemimpin Baru Organisasi Intelijen IRGC. Pengamat: Guncangan di Intelijen Iran

Pembicaraan itu dikatakan diadakan di Sharm el Sheikh di Semenanjung Sinai yang dikuasai Mesir sekitar bulan Maret.

Negara-negara yang hadir dalam pertemuan itu yakni  dari Israel, Arab Saudi, Qatar, Mesir, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Yordania.

Israel memiliki hubungan diplomatik dengan Mesir, Yordania, UEA dan Bahrain, tetapi tidak dengan Arab Saudi atau Qatar.

Letnan Jenderal Aviv Kohavi, kepala staf Angkatan Pertahanan Israel, menghadiri pertemuan itu, begitu pula Jenderal Fayyadh bin Hamed Al Ruwaili, kepala staf angkatan bersenjata Saudi.

Ini adalah pertama kalinya para perwira tinggi dari Israel dan negara-negara Arab bertemu di bawah naungan militer AS, menurut laporan itu.

Sedangkan yang mewakili AS adalah Jenderal Frank McKenzie, kepala Komando Pusat AS saat itu.

Para peserta pada prinsipnya mencapai kesepakatan tentang metode untuk pemberitahuan cepat tentang ancaman udara, menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut. 

Namun, peringatan akan diteruskan melalui telepon atau komputer dan bukan melalui sistem berbagi data militer gaya AS, kata sumber.

pertemuan itu juga membahas bagaimana keputusan dapat dibuat tentang pasukan negara mana yang akan menanggapi insiden apa pun.

Pemahaman tersebut tidak mengikat, tetapi langkah ke depan adalah mendapatkan dukungan dari para pemimpin daerah untuk meresmikan sistem notifikasi dan melihat perluasan kerja sama.

Laporan tersebut mencatat bahwa KTT itu diatur setelah kelompok kerja rahasia dari perwakilan tingkat bawah.

Mereka meninjau berbagai skenario hipotetis tentang bagaimana negara mereka dapat bekerja sama untuk mendeteksi ancaman udara dan melawannya.

Komando Pusat AS tidak mengkonfirmasi pembicaraan yang terjadi Sharm el Sheikh. Demikian pula dengan Israel dan negara-negara Arab yang berpartisipasi.

Akan tetapi UEA dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa itu bukan pihak aliansi militer regional atau kerja sama yang menargetkan negara tertentu.

Baca Juga: Akusisi Axle Asia, Bolttech Siap Perkuat Bisnis Asuransi di Indonesia

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: