Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ada Misi Rahasia di Balik Pertemuan SBY dan JK, 'Kan Bisa Telepon Aja kalau Gak Penting'

Ada Misi Rahasia di Balik Pertemuan SBY dan JK, 'Kan Bisa Telepon Aja kalau Gak Penting' Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY dan Wakil Presiden ke-6 RI Jusuf Kalla alias JK sedang merencanakan sesuatu. Adapun hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu JK menyambangi SBY di Cikeas, Jawa Barat, dalam rangka silaturahmi. Adib mengatakan, pertemuan tokoh bangsa tersebut bukan hanya sekadar membahas lukisan yang dibuat SBY.

Baca Juga: Soal Parpol yang Tutup Opsi Koalisi, Anak Buah Mas AHY Singgung “Kegagalan” Jokowi dan Sebut Pencapaian SBY: Kemiskinan Turun Drastis!

"JK dan SBY pasti memiliki misi tertentu kalau kita lihat dalam kunjungannya," ujar Adib kepada GenPI.co, Senin (27/6).

Adib mengatakan, mantan duet itu akan merekomendasikan nama-nama bakal capres yang akan diusung pada Pilpres 2024. "SBY fokus pada Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhotono (AHY), sedangkan JK mungkin saja mewakili Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan," jelasnya.

Oleh karena itu, Adib menilai pertemuan tersebut merupakan lobi-lobi politik untuk menyamakan persepsi dalam pertarungan koalisi pada 2024. "Isi pertemuan itu pastinya tidak jauh dari pilpres. Harusnya, kan, JK bisa saja telepon SBY kalau tidak ada agenda khusus," kata Adib.

Menurut Adib, ada agenda rahasia yang sedang dibahas SBY dan JK terkait konstelasi politik ke depannya. Sementara itu, AHY mengaku tidak tahu apa maksud dari pertemuan antara SBY dan JK.

Menurut AHY, pertemuan mantan duet tersebut merupakan silaturahmi sahabat yang biasa saja. "Beliau berdua bersahabat dalam berdemokrasi dan berpolitik. Jadi, bertemu sahabat itu sesuatu yang baik," ujar AHY di NasDem Tower, Kamis (23/6).

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Bagikan Artikel:

Video Pilihan