Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Rezim Vladimir Putin Kurung Politisi Oposisi Rusia, Ngeri!

Rezim Vladimir Putin Kurung Politisi Oposisi Rusia, Ngeri! Kredit Foto: Reuters/Sputnik/Mikhail Klimentyev
Warta Ekonomi, Moskow -

Politisi oposisi terkemuka Rusia Ilya Yashin ditahan di Moskow pada Senin (27/6/2022). Seorang pengacara untuk tokoh oposisi dan seorang jurnalis Rusia mengatakan di akun media sosial mereka.

Irina Babloyan, seorang jurnalis dan pembawa acara di stasiun radio Ekho Moskvy yang sekarang sudah tidak beroperasi, mengatakan bahwa Yashin ditahan saat keduanya berjalan bersama.

Baca Juga: Eks Presiden Rusia Bikin Kejutan, Perang Dunia III Terus Disebut-sebut Jika Situasi...

"Saya sedang berjalan dengan teman saya, Ilya Yashin, di taman. Polisi datang dan membawa Ilya pergi," kata Babloyan di aplikasi pesan Telegram.

Pengacara Vadim Prokhorov, yang telah mewakili banyak tokoh oposisi Rusia, juga mengatakan Yashin berada dalam tahanan polisi karena dugaan pelanggaran administratif terkait tindakan tidak mematuhi seorang perwira polisi.

"Saya tidak diizinkan mengunjungi Departemen Kepolisian Luzhniki (Moskow) untuk (melihat) Ilya Yashin yang ditahan," katanya di halaman Facebooknya.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan-laporan itu secara independen. Tidak ada konfirmasi resmi penahanan itu dari pihak berwenang Rusia.

Penahanan Yashin adalah yang terbaru dalam tindakan keras yang lebih luas dan berlangsung lama terhadap penentang Kremlin. Politisi oposisi Alexei Navalny adalah kritikus Kremlin paling terkenal yang dipenjara, menjalani hukuman 11 tahun 6 bulan.

Sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada Februari, ribuan orang telah ditahan dalam protes di puluhan kota di seluruh Rusia. Yashin, seorang wakil kota untuk distrik Krasnoselsky Moskow, adalah seorang kritikus yang blak-blakan terhadap perang yang oleh Kremlin disebut sebagai "operasi militer khusus".

"Saya tinggal di Rusia," cuit Yashin pada 7 Maret. "Saya telah mengatakan sebelumnya dan saya terus mengulangi: Rusia dan Ukraina tidak boleh saling membunuh. Jika saya ditakdirkan untuk berakhir di penjara karena pidato antiperang, saya akan menerimanya dengan bermartabat."

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan