Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Wacana Duet Anies-AHY Dikuliti Refly Harun, Ternyata Oh Ternyata...

Wacana Duet Anies-AHY Dikuliti Refly Harun, Ternyata Oh Ternyata... Kredit Foto: Instagram/Refly Harun
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun memberikan analisisnya terkait wacana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan dipasangkan dengan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurut Refly, pertemuan NasDem, Demokrat, dan PKS beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa koalisi partai tersebut memang tengah berencana untuk mengusung pasangan Anies-AHY pada Pilpres 2024.

Baca Juga: Prabowo Subianto Buka-Bukaan Prinsip Partainya, Ternyata Oh Ternyata...

Namun, wacana pencalonan itu masih berada dalam tahap penjajakan.

“Misalnya, Anies dipasangkan dengan AHY bagaimana respons NasDem dan PKS? Saya rasa PKS oke, karena mereka tak punya tokoh,” ujarnya dilansir dari di kanal YouTube Refly Harun, Selasa (28/6).

Refly menilai bahwa kebutuhan untuk penjajakan itu terutama datang dari NasDem.

“Apakah Surya Paloh akan berkenan? Walaupun katanya AHY sudah dianggap anak sendiri oleh Surya Paloh,” tuturnya.

Advokat itu mengatakan bahwa hal tersebut merupakan salah satu bentuk dinamika politik yang biasa dihadapi sehari-hari.

Namun, dinamika politik itu tak membuat publik produktif, karena masih ada pada level elite.

“Elite tak mendekati rakyat, tetapi saling berdekatan di antara mereka untuk memajukan satu pasangan calon,” katanya.

Baca Juga: Surya Paloh Buka-Bukaan, Ada yang Ingin Jegal NasDem

Lebih lanjut, Refly menilai bahwa dinamika itu akan terus berlangsung sampai mendekati tahapan awal Pilpres 2024.

Sebab, semua partai politik hanya memiliki tiket separuh, kecuali PDIP.

“Semuanya hanya punya tiket separuh dan harus berkoalisi untuk mengusung pasangan capres di Pilpres 2024, sementara PDIP sudah punya tiket utuh,” paparnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Adrial Akbar

Bagikan Artikel:

Video Pilihan