Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bentuk Musyawarah Rakyat (Musra), ProJo Klaim Arahan dari Jokowi

Bentuk Musyawarah Rakyat (Musra), ProJo Klaim Arahan dari Jokowi Kredit Foto: WE
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketum relawan Projo (Pro Jokowi) Budi Arie ingin masyarakat mendapatkan kebebasan untuk menentukan kepala negara.

Dirinya mengaku punya garis besar pemikiran untuk menempatkan rakyat sebagai konstituen tetap demokrasi.

"Jadi, kami ingin rakyat ikut berpartisipasi sebagai konstituen utama demokrasi," ujar Budi dalam konferensi pers di Djakarta Theater XXI, Rabu (29/6).

Menurutnya, demokrasi dan partisipasi masyarakat sangat penting agar rakyat punya suara untuk bersuara.

"Rakyat diberi ruang gagasan harapan. Itu lah yang kami namakan Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia," ucapnya.

Dirinya mengeklaim musra tersebut merupakan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Projo.

Baca Juga: Rocky Gerung: Semakin Dimusuhi, Semakin Orang Lihat Ada Ketidakjujuran untuk Menghalangi Anies Baswedan!

"Di Magelang, Pak Jokowi bilang untuk menyerap dan mendengarkan aspirasi rakyat," tuturnya.

Menurut Budi, instruksi tersebut dianggap sebagai arahan langsung dari presiden untuk membuat musra. 

"Sebab, buruh mekanisme forum untuk menyeral sebanyak dan sedalam mungkin yang ada di masyarakat," kata dia.

Oleh sebab itu, menurutnya, musra Projo memiliki konsep agar suara dan keinginan rakyat bisa di dengar atau di perjuangkan bersama.

"Sehingga, rakyat tidak hanya dimobilisasi ketika pencoblosan akan tetapi diajak sejak awal dari mulai menentukan kriteria harapan dan sebagainya," ujar Budi.(*)

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Bayu Muhardianto

Bagikan Artikel:

Video Pilihan