'Sirkel' Trump Strategi Amerika Meleset, Iran Kini yang Tentukan Kapan Perang Selesai
Kredit Foto: Istimewa
Sejumlah orang di lingkaran terdalam Gedung Putih mulai mengakui bahwa perang melawan Iran tidak berjalan sesuai rencana.
Melansir Politico, beberapa di antara mereka bahkan meyakini bahwa Presiden AS Donald Trump tidak lagi mengendalikan bagaimana atau kapan perang ini akan berakhir.
Di awal operasi banyak orang di sekitar Trump berharap perang selesai cepat. Tujuan yang sengaja dibuat tidak terdefinisi dianggap menguntungkan karena memberi Trump fleksibilitas untuk mendeklarasikan kemenangan kapan pun ia mau, namun kalkulasi itu kini terbukti meleset.
"Dia terlalu meremehkan kemampuannya untuk menjatuhkan rezim tanpa mengirim pasukan darat," kata satu sumber kepada Axios.
Sebagian orang di lingkaran dalam Trump disebut mulai merasakan apa yang digambarkan sebagai buyer's remorse atau kekhawatiran yang berkembang bahwa menyerang Iran adalah sebuah kesalahan.
"Iran yang kini memainkan peran penentu. Mereka yang memutuskan berapa lama kita terlibat — dan mereka yang memutuskan apakah kita harus mengirim pasukan darat. Dan tampaknya bagi saya tidak ada jalan lain, jika kita ingin menyelamatkan muka," katanya dikutip dari Politico.
Salah satu titik paling krusial dalam konflik hampir dua pekan ini adalah penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Melansir CNN, langkah itu membuktikan bahwa keunggulan militer AS tidak serta-merta bisa menyelesaikan semua persoalan di lapangan.
"Tidak ada solusi militer untuk ini, karena bahkan jika Anda berhasil membukanya sekarang, apa yang menjamin ia tetap terbuka?" kata Jennifer Kavanagh, direktur analisis militer di Defense Priorities.
Baca Juga: Gegara Perang Amerika Serikat-Iran, Trump Pilih Tunda Kunjungan ke China
Retakan juga mulai terlihat di dalam Gedung Putih sendiri. Dikutip dari New Republic, Wakil Presiden JD Vance disebut berusaha menciptakan jarak antara dirinya dengan operasi militer Trump ke Iran.
Dua pejabat senior yang tak disebut namanya menggambarkan Vance sebagai sosok yang skeptis terhadap perang ini dan khawatir soal keberhasilannya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: