Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Elite Politik Harus Dengar! Ini Solusi Demokrat untuk Hilangkan Polarisasi: Jangan Hancurkan Lawan demi Kemenangan

Elite Politik Harus Dengar! Ini Solusi Demokrat untuk Hilangkan Polarisasi: Jangan Hancurkan Lawan demi Kemenangan Kredit Foto: Antara/Rivan Awal Lingga
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra meminta elite politik memberi contoh untuk mengatasi polarisasi.

"Mesti terbuka dan jaga komunikasi dengan semua pihak. Intinya, menghargai perbedaan," ujar Herzaky kepada GenPI.co, Rabu (29/6/2022).

Menurutnya, semua pihak harus mendengar berbagai pendapat walaupun berbeda kubu. "Bukan sebagai musuh, melainkan sebagai lawan berdialektika dan mitra dalam membangun negeri," ucapnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Dituding Picu Polarisasi, Anak Buah Surya Paloh Pasang Badan, Omonganya Tegas!

Selain itu, Herzaky juga mengatakan elite politik juga harus terbiasa dan siap berkompetisi. "Jangan berupaya menghalang-halangi calon lain muncul dalam kontestasi demi kepentingan elektoral dan kemenangan semata," tuturnya.

Dirinya berharap tidak hanya ada dua kubu yang berlaga dalam Pilpres 2024, seperti 2019 hanya diikuti dua calon presiden.

"Yang membuat keterbelahan di masyarakat makin mendalam justru lantaran hanya ada dua kubu yang bertarung," kata dia.

Baca Juga: Cegah Polarisasi di Pilpres 2024, Mardani PKS Harap Ada Tiga Pasangan Capres-Cawapres

Oleh sebab itu, menurutnya, setiap pihak harus membuka ruang untuk koalisi dan pasangan calon minimal tiga di Pilpres 2024 untuk cegah keterbelahan.

"Berhenti menyebar politik kebencian, framing, dan labelling yang merusak. Jangan berupaya menghancurkan lawan dalam kontestasi demi kemenangan," ujar Herzaky.

Menurut Herzaky, adu gagasan dan adu program lebih baik dari pada menyerang pribadi dan mengorek kekurangan pribadi lawan politik.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel:

Video Pilihan