Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ancaman Megawati Tegas ke Ganjar Soal Pilpres 2024, Pengamat Sebut Pemecatan: Sasaran Utamanya Jelas

Ancaman Megawati Tegas ke Ganjar Soal Pilpres 2024, Pengamat Sebut Pemecatan: Sasaran Utamanya Jelas Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Zaki Mubarak mengomentari soal tiga nama kader PDIP yang dinilai memiliki kriteria untuk maju pada Pilpres 2024. Tiga nama yang disebutkan adalah Ketua DPR RI Puan Maharani, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Menteri Sosial Tri Rismaharani.

Zaki menilai dengan tiga nama kader, Ketum PDIP Megawati memberikan ancaman dibalik citra inklusif dan terbuka itu.

Baca Juga: Gerindra dan PDIP Sulit Bersatu, Pengamat: Prabowo Agak Susah Berpasangan dengan Mbak Puan

"Dia secara eksplisit menebar ancaman yang ditujukan ke Ganjar," ujar Zaki kepada GenPI.co, Jumat (1/7/2022).

Menurutnya, ancaman Megawati itu supaya Ganjar tidak berdiri dua kaki.

"Dan mengultimatum akan memecat siapa pun yang melanggar garis parpol," tegasnya.

Menurut akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu, hal tersebut merupakan kebijakan politik tongkat besi alias politics of iron stick yang dinilai paling keras selama ini.

Baca Juga: 3 Kader PDIP Masuk Kriteria Capres, Megawati Disebut Tebar Ancaman ke Ganjar: Dia Mengultimatum

"Sasaran utamanya jelas Pak Ganjar," ucapnya.

Zaki menjelaskan, inti dari pernyaatan Megawati adalah melarang adanya deklarasi-deklarasi capres, yang selama ini aktif dilakukan pendukung Ganjar Pranowo.

"Dia akan memberi sanksi bagi siapa pun kader PDIP yang terlibat," lanjut Zaki.

Maka dari itu, Zaki menyimpulkan pesan di balik setiap ungkapan Megawati adalah semuanya harus menunggu dan wajib mengikuti keputusannya soal pencapresan. 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel:

Video Pilihan