Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Garap Potensi Bisnis Rp135 Miliar, DNR dan Martha Tilaar Group Lakukan Kerja Sama Strategis

Garap Potensi Bisnis Rp135 Miliar, DNR dan Martha Tilaar Group Lakukan Kerja Sama Strategis Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Dosni Roha Indonesia Tbk (DNR Corporation) melalui anak usahanya  PT Dos Ni Roha (DNR) memutuskan untuk menjalin kerja sama distribusi dengan Martha Tilaar Group sebagai produsen kosmetik, skin care dan herbal melalui unit bisnisnya PT Martina Berto Tbk (MBTO). Melalui kerja sama strategis ini, PT Martina Berto Tbk dan DNR membidik potensi bisnis Rp135 Miliar di tahun pertama. 

Direktur Utama PT Dos Ni Roha, Rudijanto Tanoesoedibjo, mengatakan bahwa  dengan track record yang baik sebagai penyedia layanan distribusi dan logistik ritel online dan offline, DNR memperoleh kepercayaan dari Martha Tilaar Group sebagai produsen kosmetik, skin care dan herbal. 

“Kerja sama ini akan menjadi sinergi yang kuat. Layanan distribusi DNR telah dilengkapi dengan sistem manajemen supply chain, inventory control dan data sales yang terintegrasi sehingga dapat mengoptimalisasi proses distribusi”, ungkap Gary, dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilakukan bersama dengan Bryan Tilaar selaku Direktur Utama PT Martina Berto Tbk, dengan turut disaksikan oleh Kilala Tilaar, CEO Martha Tilaar Group dan Rudijanto Tanoesoedibjo, Direktur Utama PT Dos Ni Roha, di Jakarta, Kamis (7/7/2022). 

Baca Juga: Perusahaan Besutan Rudy Tanoesoedibjo Alokasikan Dana Rp300 Miliar Buat Tambah Armada

Lebih lanjut Gary menuturkan bila dengan didukung retail distribution channel yang baik, dan tersebar di seluruh Indonesia, serta dengan jangkauan 400 ribu lebih jaringan outlet DNR mampu mendistribusikan dan memasarkan produk-produk unggulan PT Martina Berto Tbk dengan tepat sasaran.

“Kerja sama ini juga pastinya dapat menjadi nilai tambah bisnis yang dimiliki oleh PT Dos Ni Roha, terkhusus dalam hal penambahan portofolio kami”, tambahnya.

Sementara itu, PT Martina Berto Tbk menargetkan pertumbuhan distribusi produknya di general trade 65% secara rata-rata di Semester 2 di tahun 2022. MBTO optimis jaringan dan jangkauan distribusi DNR tersebut dapat membantu produk-produk perseroan untuk terdistribusi dengan lebih merata dan mudah dijangkau oleh konsumen.

Pasalnya, DNR memiliki management system supply chain, inventory control serta data sales yang terintegrasi dengan baik secara online mulai dari gudang sampai ke pelanggan, sehingga data yang dibutuhkan dapat diketahui secara real time.

Direktur Utama PT Martina Berto Tbk,  Bryan Tilaar, menyatakan bahwa pihaknya optimis kerja sama dengan PT Dos Ni Roha bisa membantu meningkatkan pertumbuhan bisnis di general trade secara berkelanjutan setiap tahunnya.

“Kami berharap produk-produk PT Martina Berto Tbk  bisa terdistribusi dengan lebih luas dan merata, serta dapat sampai ke end-user di tingkatan bawah secara masif,“ katanya. 

Baca Juga: Garap Prospek Bisnis Baterai Listrik, PAM Mineral Genjot Produksi Nikel di 2022

Adapun, CEO Martha Tilaar Group, Kilala Tilaar, menyampaikan jika PT Martina Berto Tbk dan DNR optimis untuk mengambil peluang menggeliatnya pasar kosmetik pasca pandemi. 

“Dengan selling point, kapabilitas serta pengalaman puluhan tahun yang dimiliki oleh masing-masing perusahan, saya yakin sinergi ini dapat berjalan dengan baik untuk memanfaatkan peluang pasar dan menjawab tantangan landscape bisnis distribusi yang dinamis seiring dengan perubahan perilaku pelanggan dan perubahan teknologi,” ucap Kilala.  

Dalam kerja sama ini, beberapa produk PT Martina Berto Tbk seperti Sariayu Martha Tilaar, Biokos Martha Tilaar, Caring Colours Martha Tilaar, Belia Martha Tilaar dan Rudy Hadisuwarno Cosmetics, akan didistribusikan oleh DNR melalui jaringan distribusinya yang meliputi 32 cabang, 14 depo, 61 sub distributor dengan potensi jumlah outlet lebih dari 400.000 yang tersebar di 463 kota di seluruh Indonesia dengan menyasar segementasi General Trade.

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Bagikan Artikel:

Video Pilihan