Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Cuma Gara-gara Satu Hal Ini, Twitter Gagal Jatuh ke Tangan Elon Musk Orang Terkaya di Dunia

Cuma Gara-gara Satu Hal Ini, Twitter Gagal Jatuh ke Tangan Elon Musk Orang Terkaya di Dunia Kredit Foto: Patrick T Fallon
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kabar buruk disampaikan oleh orang terkaya di dunia dan CEO Tesla, Elon Musk, yang menyatakan bahwa dirinya memutuskan untuk membatalkan rencana pembelian platform media sosial Twitter

Ia mengatakan bahwa dia mengakhiri kesepakatan senilai 44 miliar dolar untuk membeli Twitter,  pada hari Jumat (8/7).

Keputusan itu diambil karena perusahaan media sosial itu gagal memberikan informasi tentang akun palsu.

Baca Juga: Elon Musk Ancam Batal Beli Twitter, Apa Sebabnya??

Saham Twitter turun 7% dalam perdagangan yang diperpanjang. Musk telah menawarkan 54,20 dolar per saham pada bulan April.

Petinggi Twitter, Bret Taylo mengatakan di platform micro-blogging bahwa dewan berencana untuk mengambil tindakan hukum untuk menegakkan perjanjian merger.

"Dewan Twitter berkomitmen untuk menutup transaksi pada harga dan persyaratan yang disepakati dengan Mr Musk...," tulisnya.

Dalam pengajuan, pengacara Elon Musk mengatakan Twitter telah gagal atau menolak untuk menanggapi beberapa permintaan informasi tentang akun palsu atau spam di platform.

Informasi itu dikatakan sebagai dasar kinerja bisnis perusahaan.

"Twitter melakukan pelanggaran material terhadap beberapa ketentuan Perjanjian itu, tampaknya telah membuat pernyataan palsu dan menyesatkan yang diandalkan oleh Musk ketika memasuki Perjanjian Penggabungan," kata pengajuan itu.

Baca Juga: Elon Musk Bicara Resesi Ada di Depan Mata: Kebangkrutan Perlu Terjadi

Pengumuman itu adalah putaran lain dalam kisah tarik ulur  orang terkaya di dunia itu meraih kesepakatan senilai $44 miliar untuk Twitter pada bulan April.

Elon Musk kemudian menunda pembelian sampai perusahaan media sosial itu membuktikan bahwa akun bot spam lebih sedikit  dari 5% dari total penggunanya.

Persyaratan kesepakatan mengharuskan Musk membayar biaya pemutusan 1 miliar dolar jika dia tidak menyelesaikan transaksi.

Elon Musk telah mengancam untuk menghentikan kesepakatan kecuali perusahaan menunjukkan bukti bahwa akun spam dan bot kurang dari 5% pengguna yang melihat iklan di layanan media sosial.

Keputusan itu kemungkinan akan menghasilkan pergumulan hukum yang panjang antara miliarder dan perusahaan berusia 16 tahun yang berbasis di San Francisco itu.

Baca Juga: Jaksa Agung Jamin Tak Ada Lobi di Kasus Pembunuhan Brigadir J: Kita Akan Profesional di Persidangan

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Suara.com.

Editor: Annisa Nurfitriyani

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: