Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sudah Banyak Elite Partai yang Datangi Habib Rizieq Usai Bebas Bersyarat, Aziz Yanuar: Dari Selain Oposisi Ada? Banyak!

Sudah Banyak Elite Partai yang Datangi Habib Rizieq Usai Bebas Bersyarat, Aziz Yanuar: Dari Selain Oposisi Ada? Banyak! Kredit Foto: Twitter/Habib Rizieq
Warta Ekonomi, Jakarta -

Usai dinyatakan bebas bersyarat pada Rabu (20/7/2022) Habib Rizieq Shihab (HRS) kembali menjalani aktivitas seperti biasanya. Sang pengacara, Aziz Yanuar bahkan membongkar bahwa kini sudah banyak elite partai dan tokoh politik yang mendekati ulama kondang itu setelah kebebasannya.

"Banyak (yang mendekat kepada HRS). Tadi dibilangnya ada apa enggak, banyak," kata Aziz Yanuar dalam diskusi daring yang bertajuk 'Dinamika Politik Setelah HRS Bebas' pada Selasa (26/7/2022).

Meski demikian, Aziz tidak menyebut siapa tokoh dan elite politik yang mencoba mendekat ke HRS.

Baca Juga: Kebebasan Habib Rizieq Dikaitkan dengan Campur Tangan Amerika Serikat, Aziz Yanuar Blak-blakan: Jadi, Habib Ini...

"Namun, kalau ditanya selanjutnya saya enggak mau jawab siapa-siapa ya," kata dia menambahkan.

Saat ditanya terkait latar belakang elite politik yang menemui HRS, alumnus Universitas Pancasila itu menyebutkan ada dari elite dan tokoh koalisi pemerintah yang mendekati kliennya itu.

"Dari selain oposisi ada enggak? Banyak," ujar Aziz.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan Habib Rizieq Shihab sudah tidak memiliki pengaruh dalam percaturan politik Indonesia. Hal itu lantaran Front Pembela Islam (FPI) sudah dibubarkan. 

Baca Juga: Syahganda Tuding Pembebasan Rizieq Shihab Dapat Dukungan AS, Begini Reaksi Aziz Yanuar

"Karena panggungnya sudah bubar, organisasi sudah dibubarkan dan dianggap sebagai organisasi terlarang," kata Adi yang dihubungi wartawan, Selasa (26/7/2022).

Menurut Adi, hal itu membuat Habib Rizieq Shihab ditinggalkan oleh para elite politik yang pernah didukungnya saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dan Pilkada DKI Jakarta 2017. 

"Tidak mengherankan ketika bebas, tidak ada satu pun elit politik yang datang. Itu menunjukkan HRS sudah mulai tidak dihitung, bukan lagi magnet politik," jelas Adi.

Baca Juga: Medsos Hingga WhatsApp Tim Redaksi Narasi Diretas, Sosok Ini Dicurigai Pelakunya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: