Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Soroti Kasus ACT, Wapres Ma'ruf Amin Ingatkan: Kepercayaan Masyarakat Jangan Sampai Ternodai!

Soroti Kasus ACT, Wapres Ma'ruf Amin Ingatkan: Kepercayaan Masyarakat Jangan Sampai Ternodai! Kredit Foto: Wapresri.go.id
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kasus dugaan penyelewengan dana lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) dinilai jangan sampai menodai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga sejenisnya atau lembaga sosial islam lainnya. Hal  tersebut dikatakan oleh Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (27/7/2022).

Untuk itu, Wapres mengingatkan agar lembaga-lembaga sejenis untuk lebih transparan.

Baca Juga: Bantah Terikat ACT, Novel Bamukmin: Rezim Ini Terus Membombardir ACT Habis-Habisan

"Dengan transparansi itu orang akan bisa percaya. Jadi nanti laporan-laporan keuangannya agar lebih terbuka sehingga tidak ada lagi dugaan-dugaan," ucap Wapres.

Menurutnya, dalam membangun lembaga wakaf diperlukan sdm yang mampu mengelola wakaf. Dalam hal ini nadzir wakaf yang telah mendapatkan pelatihan, sertifikasi, dan kemampuan mengelola.

"Nadzir-nadzir wakaf yang mengelola wakaf yaitu juga dilakukan pelatihan pelatihan, sertifikasi, kemampuan mengelola kemudian juga saluran yang melalui lembaga yang tepercaya sehingga semuanya terus terbuka," kata Wapres.

Untuk itu ke depannya, lembaga wakaf seperti wakaf sukuk dapat dikelola oleh pemerintah. pasalnya akan lebih transparan dan terbuka untuk masyarakat.

"Jadi saya pikir kepercayaan masyarakat. Apalagi ini dikelola oleh pemerintah, wakaf sukuk kemudian juga perbaikan iklim, energi terbarukan. Ini semua akan transparan, terbuka karena dikelola oleh pemerintah," ujarnya.

Wapres pun menyayangkan lembaga wakaf di Indonesia belum terorganisir dengan baik. untuk itu ke depannya, lembaga wakaf di Indonesia dapat mencontoh lembaga wakaf dari negara lain yang memiliki properti.

Baca Juga: Otopsi Ulang Berhasil Dilakukan, Polri Langsung Penuhi Lagi Permintaan Keluarga Brigadir J

"Dan wakaf ini besar, negara-negara seperti Kuwait, seperti Emirat, seperti Saudi Arabia, Mesir, ini lembaga wakaf itu banyak sekali memiliki properti, Nah ini yang bisa dikembangkan di Indonesia, potensinya sebenarnya besar tapi belum terorganisir dengan baik. Sehingga kita ke depan membenahi organisasi selain efektif dalam pengumpulan penggunaan tapi juga bisa terkontrol dengan baik," tegasnya.

Baca Juga: AFPI dan AFTECH Sepakat Integrasi Untuk Perkuat Ekosistem Fintech di Indonesia

Penulis: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: