Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Pengumuman Penting, Jenderal TNI Ini Ungkap Kondisi Indonesia Sedang Terancam

Pengumuman Penting, Jenderal TNI Ini Ungkap Kondisi Indonesia Sedang Terancam Kredit Foto: Kantor Staf Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengungkapkan bila Indonesia kini tak baik-baik saja. Ancaman krisis pangan, energi dan ketidakpastian global bisa memicu terjadinya krisis ekonomi di dunia, termasuk di Indonesia.

Berdasarkan data IMF terdapat 60 negara yang perekonomiannya diperkirakan akan ambruk, dan 42 di antaranya dipastikan sudah menuju ambruk.

Baca Juga: Jangan Sampai Indonesia Alami Krisis Pangan, Moeldoko Mewanti-Wanti: Harus Kita Cari Solusinya

Pemerintah sendiri telah bekerja keras agar masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga-harga komoditas imbas dari ketidakpastian global. Salah satu contoh dalam pemberian subsidi untuk BBM dan gas, yang nilainya mencapai Rp 502 triliun.

"Jadi, bapak/ibu yang naik sepeda motor itu negara mensubsidi Rp 3,7 juta dalam satu tahun. Bagi yang naik mobil, negara mensubsidi Rp 19,2 juta setahun. Untuk itu, saya mohon warga berhemat dalam menggunakan BBM," ucap Moeldoko, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (7/8/2022).

Moeldoko juga berharap semua warga bersyukur karena ketahanan dan energi di Indonesia masih terjaga.

"Semua harus bersyukur, Indonesia masih dalam keadaan baik. Ketahanan pangan dan energi masih terjaga. Ekonomi terus tumbuh meski inflasi naik di angka 4 persen lebih. Tapi tetap harus waspada," jelasnya.

Baca Juga: Untuk Hadapi Krisis Pangan Global Moeldoko Dorong Kolaborasi Penelitian Sorgum di 12 Negara

Selain itu, semua elemen bangsa diminta bersama-sama mengatasi ancaman krisis pangan, energi dan ketidakpastian global yang memicu terjadinya krisis ekonomi.

Semua elemen masyarakat juga harus terus tetap memupuk rasa cinta kepada bangsa, dan selalu optimistis menatap Indonesia ke depan, yakni menuju Indonesia Maju pada 2045.

"Saya ingin menanamkan semangat kuat. Kita tidak boleh menjadi bangsa lemah dan pesimistis. Kemudian, berikhtiar baik lahir maupun batin dalam menghadapi ujian berat ini. Saya yakin, doa memiliki kekuatan dahsyat untuk membangkitkan harapan dan optimisme," ungkap Panglima TNI 2013-2015 itu.

Sebagai informasi tambahan, Moeldoko bersama puluhan ribu jemaah turut larut dalam doa dan dzikir, yang dipimpin pengasuh Pondok Pesantren Al Baghdadi KH. Junaedi Al Baghdadi.

Dzikir Manaqib Akbar dan Haul Syekh Abdul Qodir Al Jailani RA dihadiri 30 ribu lebih jemaah dari berbagai kota dan provinsi.

Baca Juga: Waspadalah! Permainan Sambo Disebut Sudah Tidak Beres: Mana Bisa Sapu Kotor Menyapu Bersih?

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Annisa Nurfitriyani

Advertisement

Bagikan Artikel: