Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Rusia Terganggu dengan Rencana Inspeksi Senjata START karena Amerika Diuntungkan...

Rusia Terganggu dengan Rencana Inspeksi Senjata START karena Amerika Diuntungkan... Kredit Foto: Reuters/Anton Vaganov
Warta Ekonomi, Moskow -

Rusia mengatakan kepada Amerika Serikat pada Senin (8/8/2022) bahwa mereka tidak akan mengizinkan senjatanya untuk diperiksa di bawah perjanjian pengendalian senjata nuklir START untuk saat ini karena pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh Washington dan sekutunya.

"Kondisi inspeksi yang diusulkan oleh Washington menciptakan keuntungan sepihak bagi Amerika Serikat dan secara efektif menghilangkan hak Federasi Rusia untuk melakukan inspeksi di wilayah Amerika," kata kementerian luar negeri Moskow dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Pertempuran Sengit di Kota Garis Depan Ukraina, Rusia Kirim Pasukan Darat, Artileri, dan Serangan Udara

Rusia tetap berkomitmen penuh untuk mematuhi semua ketentuan perjanjian, tambah kementerian itu.

Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Inggris dan Uni Eropa menutup wilayah udara mereka untuk pesawat Rusia sebagai bagian dari rentetan sanksi yang dijatuhkan sebagai tanggapan atas keputusan Rusia untuk mengirim angkatan bersenjatanya ke Ukraina pada Februari.

Perjanjian START Baru, yang mulai berlaku pada tahun 2011, membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dapat dikerahkan oleh Amerika Serikat dan Rusia, dan pengerahan rudal dan pembom berbasis darat dan kapal selam untuk mengirimkannya.

Presiden AS Joe Biden mengatakan, Senin, lalu bahwa pemerintahannya siap untuk "cepat" merundingkan kerangka kerja untuk menggantikan START Baru, yang akan berakhir pada 2026, jika Moskow menunjukkan kesediaannya untuk melanjutkan pekerjaan pengendalian senjata nuklir.

Tetapi misi Rusia untuk PBB mengatakan Washington telah menarik diri dari pembicaraan terpisah dengan Moskow mengenai stabilitas strategis atas konflik Ukraina, dan perlu memutuskan apa yang diinginkannya.

Hari berikutnya, Kremlin mengatakan waktu hampir habis untuk menegosiasikan pengganti START Baru, yang membahayakan keamanan global.

Konflik di Ukraina telah meningkatkan ketegangan politik ke tingkat yang tidak terlihat sejak Krisis Rudal Kuba 1962, dengan politisi di Rusia dan Amerika Serikat berbicara secara terbuka tentang risiko Perang Dunia Ketiga.

Moskow mengatakan pihaknya terpaksa melakukan intervensi di Ukraina untuk membela penutur bahasa Rusia dari penganiayaan dan mencegah ancaman Barat untuk menggunakan Ukraina untuk mengancam keamanan Rusia. Kyiv dan sekutu Baratnya mengatakan ini adalah dalih tak berdasar untuk perampasan tanah bergaya kekaisaran.

Baca Juga: Akhirnya Putri Candrawathi Resmi Ditahan: Angkat 2 Jempol Buat Bapak Kapolri!

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: