Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jokowi Minta Ketahanan APBN 2023 Diuji Hadapi Risiko Global

Jokowi Minta Ketahanan APBN 2023 Diuji Hadapi Risiko Global Kredit Foto: Antara/HO-Biro Pers Setpres
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Joko Widodo meminta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melakukan uji ketahanan (stress test) APBN 2023 terhadap tekanan ekonomi global.

Stress test bertujuan mengukur ketahanan sebuah sistem keuangan dalam menghadapi skenario ekonomi terburuk. Melalui simulasi ini diharapkan APBN dapat memitigasi berbagai risiko yang masih akan dihadapi tahun depan, serta dapat membuat APBN tetap terjaga dan berkelanjutan di tengah tekanan global.

“Ini yang sedang terus kita finalkan. Tadi kita membuat beberapa skenario mengenai kondisi tahun depan apabila gejolak akan berlangsung lebih besar dari yang kita asumsikan,” Kata Sri Mulyani di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan RAPBN 2023 dirancang untuk mampu bertahan di tengah guncangan perekonomian global dan gejolak ketidakpastian yang sangat tinggi.

Di samping itu Presiden Jokowi juga meminta APBN bisa dijaga untuk tetap kredibel, berkelanjutan dan sehat. “Ini kita sering menyebutkan sebagai shock absorber. Bapak Presiden juga meminta agar APBN tetap dijaga supaya tetap kredibel dan sustainable atau sehat, sehingga ini adalah kombinasi yang harus dijaga” tegasnya.

Baca Juga: Permintaan Event Naik, Dyandra Optimis Pendapatan Tumbuh 60% Tahun Ini

Menkeu menjelaskan Dana Moneter Internasional (IMF) telah menurunkan proyeksi ekonomi global dari 3,6% ke 3,2% tahun ini. Lembaga ini juga memproyeksikan pelemahan ekonomi masih berlanjut tahun depan. IMF memperkirakan ekonomi global hanya tumbuh 2,9% tahun 2023.

Baca Juga: Xendit PHK 5% Karyawan di Indonesia dan Filipina, Ada apa?

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Advertisement

Bagikan Artikel: