Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

China Kelabakan Hadapi Omicron BA.5.2 dan BA.2.76, Imbasnya Kena Ratusan Orang

China Kelabakan Hadapi Omicron BA.5.2 dan BA.2.76, Imbasnya Kena Ratusan Orang Kredit Foto: Shutterstock/REX/NurPhoto/Vladimir Sindeyeve
Warta Ekonomi, Beijing -

Daerah Otonomi Xinjiang dan Daerah Otonomi Xizang atau Tibet melaporkan kemunculan kembali Covid-19 varian Omicron. Ini terjadi pada puncak liburan musim panas.

Sebanyak 274 kasus baru di Xinjiang telah berdampak pada 12 kabupaten dan beberapa distrik di tujuh prefektur dan kota.

Baca Juga: Pola Penyebaran Subvarian Omicron BA.2.75 di Indonesia Belum Bisa Diprediksi

Otoritas kesehatan setempat, Senin (8/8/2022), mengidentifikasi kasus tersebut sebagai Omicron subvarian BA.5.2 yang berasal dari luar negeri. 

Selama 1-21 Juli 2022, Xinjiang telah menerima 25,5 juta wisatawan atau naik 15,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

Selama periode tersebut pendapatan Xinjiang dari sektor pariwisata telah mencapai 19,1 miliar yuan (Rp42 triliun) atau naik 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Saat kasus baru ditemukan pada 30 Juli-7 Agustus 2022, Xinjiang menerima kunjungan 8,8 juta wisatawan. 

Sementara itu, otoritas kesehatan Tibet, Selasa, mengidentifikasi kasus baru sebagai Omicron subvarian BA.2.76 yang juga berasal dari luar negeri.

Situs warisan dunia Istana Potala dan Istana Norbulingka di Ibu Kota Tibet di Lhasa ditutup untuk sementara bagi para pengunjung.

Sejak Minggu (7/8/2022) di Kota Lhasa terdapat 18 kasus positif dan di Kabupaten Burang. Sekitar 600 kontak dekat kasus positif tersebut berhasil dilacak dan kini ditempatkan di fasilitas karantina.

Baca Juga: Nilai Setor Tunai Tanpa Kartu Blu by BCA Digital Tembus Rp 381 Miliar

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JPNN.com.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: