Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mekari Dukung Solusi Digital untuk Bantu UMKM Bertahan di Tengah Gejolak Ekonomi

Mekari Dukung Solusi Digital untuk Bantu UMKM Bertahan di Tengah Gejolak Ekonomi Kredit Foto: Mekari
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sejak dimulainya pandemi, perekonomian menjadi tidak stabil dan banyak sektor merasakan dampak luar biasa.

Dalam rangkaian acara siaran pers Mekari Conference 2022, Mekari menunjukkan data terkait dengan dampak negatif pandemi terhadap bisnis. Ada sekitar 87,5% UMKM yang terdampak pandemi dengan jumlah 93,3%-nya mengalami penurunan pendapatan.

Berdasarkan data itu pula, dari mitra Mekari, 99% UMKM memutuskan untuk mulai go digital sebagai strategi menyelematkan bisnis. Total saat ini, ada sebanyak 14 juta UMKM telah bergabung dengan online sales platform.

Baca Juga: Menkop-UKM Dorong UMKM Jajaki Potensi Ekspor Tanaman Kratom ke AS

Sebagai perusahaan Software-as-a-Service (SaaS), Mekari melakukan riset SMB Pulse Index, di mana kemudian berdasarkan data yang ada, Mekari berhasil menemukan tiga tren terkait dengan peran teknologi dalam memperkuat resiliensi UMKM untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah pandemi.

Berdasarkan hasil riset, transformasi digital telah mampu menguatkan resiliensi dan tren yang didapatkan terkait solusi digital ini dapat dijadikan pedoman bagi industri untuk bertahan.

“Untuk ke depannya karena memang kita sudah melihat recovery yang baik sejak pandemi especially di 2022, tapi ada lagi kekhawatiran untuk UMKM karena terkait kemungkinan adanya resesi atau apapun di tahun ini ataupun tahun depan, dengan inflasi yang terus menaik, jadi kami tetap harus waspada. Kami telah melakukan riset dan melihat transformasi digital mampu menguatkan resiliensi UMKM dalam menghadapi gejolak pasar,” ujar Anthony Kosasih selaku COO Mekari dalam acara konferensi pers, Kamis (11/8/2022).

Riset yang dimaksud ini mengerecutkan tiga tren adopsi digital yang bisa dijadikan pedoman untuk pelaku industri. Tren yang pertama adalah UMKM yang sigap beradaptasi dengan solusi digital akan lebih siap untuk menangkap peluang besar dan lebih cepat kembali ke pertumbuhan yang positif.

Terkait dengan tren pertama ini, Anthony mengungkapkan, “yang pertama itu kami melihat sangat penting untuk UMKM melakukan digital upskilling, jadi selain tools-nya sendiri itu sudah disediakan, kita mesti tetap punya SDM yang bisa mengoperasikan tools tersebut.”

Penting bagi perusahaan untuk memberikan pelatihan terhadap karyawannya agar dapat beradaptasi secara digital. Menyambung kepada tren kedua, bahwa UMKM dengan tingkat digitalisasi yang tinggi akan mengalami pertumbuhan bisnis yang cepat.

“Yang kedua kalau misalnya kita mengopersaikan usaha kecil menengah, sangat penting untuk menjadi efisien, jadi selain daripada kita menamakan terlalu banyak beban karyawan, jadi kita lebih baik kita menggunakan solusi digital yang terintegrasi karena banyak sekali yang bisa dilakukan secara otomatis,” lanjut Anthony.

Baca Juga: Febri Diansyah Akhirnya Masuk Jadi Tim Kuasa Hukum, Sambo Disebut Bisa Hipnotis: Ini Membuat Rusak Lagi

Penulis: Tri Nurdianti
Editor: Rosmayanti

Advertisement

Bagikan Artikel: