Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Noid Studio Dukung Industri Clothing Lokal Lewat Edukasi

Noid Studio Dukung Industri Clothing Lokal Lewat Edukasi Kredit Foto: Noid Studio
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bisnis fashion kekinian dengan konsep clothing line atau brand clothing semakin berkembang pesat di Tanah Air. Saat ini, clothing line menjadi model usaha yang banyak diminati anak muda. Tingginya minat konsumen, khususnya generasi milenial, menjadikan bisnis clothing semakin eksis sejak era pandemi tiga tahun lalu.

"Bisnis clothing semakin diminati anak muda. Banyak brand lokal bermunculan dan meramaikan industri clothing Tanah Air," papar Hendy Dion Utama, pemilik Noid Studio, perusahaan di bidang desain grafis dan penyedia jasa konveksi saat ditemui di Bogor, Kamis (11/8/2022), dalam keterangan tertulis yang diterima.

Baca Juga: Pacu Industri Busana Muslim, Jakarta Muslim Fashion Week Digelar Oktober Mendatang

Menurut Hendy, bisnis clothing memiliki potensi dan prospek yang bagus karena keunikannya. Bisnis ini banyak dilirik milenial dan pebisnis muda karena modal utamanya bukan uang semata, melainkan kreativitas.  

Daya tarik clothing, terang Hendy, salah satunya terletak pada desain model baju atau celana, serta gambar unik untuk kaos (t-shirt). Oleh karena itu, mereka yang ingin terjun di bidang ini harus memiliki kreativitas tinggi dan kemampuan membaca minat pasar.

Baca Juga: Mendag Zulhas Berharap Target Indonesia sebagai Kiblat Fesyen Muslim Dunia Tercapai di Tahun 2024

Sayangnya, saat ini masih banyak kalangan yang tidak paham mengenai bisnis clothing. Banyak yang belum melirik bisnis ini karena berbagai macam penyebab, mulai dari kendala modal, keterbatasan ide, desain, hingga masalah produksi.

"Padahal, siapa pun bisa terjun di bisnis ini dengan modal minim. Untuk memulai usaha ini, yang pertama diperlukan adalah kreativitas dan konsistensi," terangnya.

Baca Juga: KB Bukopin Gandeng PPA Untuk Kelola Aset Berkualitas Rendah Senilai Rp 1,3 Triliun

Editor: Ayu Almas

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel:

Berita Terkait