Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ulama Terkemuka Afghanistan yang Dukung Pendidikan Perempuan Tewas Oleh Bom Bunuh Diri

Ulama Terkemuka Afghanistan yang Dukung Pendidikan Perempuan Tewas Oleh Bom Bunuh Diri Kredit Foto: Reuters/Ali Khara
Warta Ekonomi, Kabul -

Sebuah ledakan bom bunuh diri di Kabul telah menewaskan seorang ulama terkemuka Afghanistan yang telah menyatakan dukungan atas pendidikan perempuan.

Dilansir dari BBC, Syekh Rahimullah Haqqani menjadi sasaran seorang pria yang meledakkan bom yang disembunyikan di dalam kaki palsu plastik, menurut sumber-sumber Taliban. ISIS pun telah mengakui bertanggung jawab atas pengeboman itu.

Baca Juga: Setahun Bergeser dari Afghanistan, Intelijen Amerika Akui Berporos ke China karena...

Menurut laporan lokal, serangan terjadi di sebuah pesantren di ibu kota Afganistan.

Syekh Haqqani adalah pendukung pemerintah Taliban Afganistan sekaligus kritikus terkemuka terhadap ISIS Provinsi Kohrasan (IS-K), afiliasi ISIS regional yang beroperasi di Afganistan dan menentang kekuasaan Taliban.

Ia menjadi salah satu tokoh berprofil tertinggi yang dibunuh di negara itu sejak Taliban kembali berkuasa tahun lalu.

"Ini kehilangan yang sangat besar bagi Imarah Islam Afganistan," komentar seorang pejabat senior Taliban.

Meski namanya sama, ia tak terkait dengan jaringan kelompok militan Haqqani Afganistan.

Ulama tersebut sebelumnya telah mengeluarkan fatwa untuk mendukung pendidikan perempuan, sebuah isu kontroversial di Afganistan.

Saat diwawancara BBC awal tahun ini, Haqqani berpendapat bahwa wanita dan anak perempuan Afganistan harus bisa mengakses pendidikan.

"Tak ada pembenaran dalam syariat yang mengatakan pendidikan tak diperbolehkan bagi perempuan. Tak ada pembenaran sama sekali. Semua kitab agama telah menyatakan pendidikan perempuan diperbolehkan dan wajib. Pasalnya, misal, jika seorang wanita sakit di lingkungan Islam seperti Afganistan atau Pakistan dan butuh pengobatan, jauh lebih baik jika ia dirawat oleh seorang dokter wanita," terangnya.

Haqqani sebelumnya selamat dari 2 upaya pembunuhan. Yang terbaru terjadi pada 2020 ketika ISIS mengaku bertanggung jawab atas ledakan di sebuah sekolah agama di kota Peshawar, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 7 orang.

Baca Juga: Ditunjuk Jadi Dirut Baru BTPN, Ini Perjalanan Karir Henoch Munandar

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: