Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tanggapi Pidato Kenegaraan Jokowi, Surya Paloh: Mudah-mudahan Indonesia Tidak Menuju ke Sana

Tanggapi Pidato Kenegaraan Jokowi, Surya Paloh: Mudah-mudahan Indonesia Tidak Menuju ke Sana Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa ada lima agenda besar nasional yang tidak boleh berhenti meski krisis dan konflik geopolitik masih menghantui dunia. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD.

Menanggapi pidato kenegaraan Jokowi tersebut, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyebut bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini memang berat.

Baca Juga: Jokowi: Jangan Ada Politik Identitas!

"Semoga bisa berjalan, memang tantangannya berat kan. Jokowi sendiri sudah mengingatkan ini era yang penuh dengan tantangan yang besar," ujar Surya Paloh di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Lima agenda nasional yang disampaikan Jokowi adalah hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam harus terus dilakukan. Kedua, optimalisasi sumber energi bersih dan ekonomi hijau harus terus ditingkatkan.

Selanjutnya, perlindungan hukum, sosial, politik, dan ekonomi untuk rakyat harus terus diperkuat. Keempat adalah mendukung agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) segera naik kelas melalui digitalisasi ekonomi.

Terakhir, pembangunan ibu kota negara (IKN) Nusantara yang harus dijaga keberlanjutannya. IKN diklaim akan menjadi motor penggerak ekonomi baru untuk Indonesia.

"Aspek yang terjadi di global mau tidak mau akan memengaruhi kita, ancaman terhadap energi, pangan, keamanan, pengangguran, dan sebagainya. Ancaman negara-negara yang memang tidak bisa survival atau fail state, negara gagal tadi kan sudah diingatkan juga," ujar Paloh.

"Kita bersyukur mudah-mudahan Indonesia tidak menuju ke sana," sambungnya.

Baca Juga: KB Bukopin Gandeng PPA Untuk Kelola Aset Berkualitas Rendah Senilai Rp 1,3 Triliun

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: